Filipi

Februari 24, 2009 pukul 3:16 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pelajaran 1: Pendahuluan, Latar belakang, dan Garis besar Peta Filipi dan Daerah Sekitarnya Kota Filipi dan Awal Gereja disana Kota Filipi, seperti yang terlihat dipeta terletak disebelah utara Yunani timur (Makedonia). Kota itu sudah lama berdiri saat Paulus pertama kali datang sekitar 49 CE (Acts 16:11-40). Sebenarnya, berdirinya kita itu sekitar 4 abad lalu saat diperintah oleh Thracians. Tahun 356 BCE, Philip II dari Makedonia, ayah Aleksander Agung, mengambil alih kota itu dan menamakannya sesuai dengan namanya. Dia kemudian mendirikan kota ini sebagai basis militer untuk melindungi daerah yang sudah ditaklukannya dan dekat tambang emas yang menghasilkan 1.000 talenta emas setiap tahun baginya. Kota itu juga penting untuk rute melewati asia.1 Tahun 168 BC Filipi menjadi bagian dari kerajaan Romawi yang waktu itu mengalahkan Persia dalam perang Pydna dan Makedonia dibagi menjadi 4 daerah kekuasaan, Filipi menjadi bagian yang pertama. Filipi terkenal karena satu peristiwa. Tahun 42 BCE Mark Antony dan Octavian mengalahkan Brutus dan Cassius, pembunuh Julius Caesar, dalam peperangan di Filipi. Setelah itu pada tahun 31 BCE ketika Octavian mengalahkan Antony dan Cleopatra di Actium, dia mengambil nama Augustus dan membangun kembali kota Philippi. Dia menggantikan prajurit yang sudah pension untuk menguatkan loyalitas kepada Roma dan membangunnya sebagai basis militer terluar. Dia juga memberikan koloni baru itu keistimewaan tertinggi yang bisa didapat pemerintahan kota provinsi Roma -— ius italicum. Koloni bisa membeli, memiliki, atau mentransfer propertynya dan mendapat hak mengajukan tuntutan hukum. Mereka juga dibebaskan dari pemungutan suara dan pajak tanah.2 Saat Paulus datang dikota itu sekitar 49 CE, Filipi merupakan pusat kota diujung timur daerah itu, beberapa mil dari Neapolis. Orang disana terdiri dari Roma dan Yunani dan sebagian besar berbahasa Yunani walaupun latin merupakan bahasa resmi.3 Gereja di Filipi ditemukan oleh Rasul Paulus saat perjalanan misinya yang kedua, ditulis dalam Acts 16:1-40. Paulus mulanya datang ke Makedonia karena penglihatan dimalam hari yang digambarkan bagi kita dalam Acts 16:9. Penglihatan itu menunjukan kepada Paulus seorang penduduk Makedonia berdiri dan memintanya menolong mereka. Paulus menyetujuinya dan demikianlah injil dimenangkan kebarat dimulai dari Filipi sebagai kota pertama diinjili di Eropa. Saat Paulus sampai di kota Filipi dia tinggal beberapa hari disana (Acts 16:12). Kehidupan rohani orang Filipi ditandai oleh sinkritisme termasuk pemujaan kaisar (Julius, Augustus, dan Claudius), ilah Mesir, Isis dan serapis, juga banyak ilah lainnya. Saat hari sabat datang Paulus datang keluar kota kesungai untuk mencari tempat berdoa. Tulisan Yunani Acts 16:13 tidak terlalu jelas, tapi kelihatannya tidak banyak orang Yahudi untuk sampai memiliki Sinagoge (i.e., 10). Dengan alasan inilah, Paulus mungkin pergi keSungai Gangites (atau sungai Crenides), kira-kira1.5 miles jauhnya, dengan harapan menemukan “tempat pertemuan” orang yahudi. Mungkin itu ada didekat sungai agar airnya bisa dipakai untuk ritual pembersihan orang Yahudi,4 tapi hal ini masih belum pasti. Paulus berbicara pada wanita yang berkumpul disana, termasuk seorang wanita yang bernama Lydia (atau, mungkin wanita Lydian) seorang pemasok kain ungu dang seorang yang pindah keagama Yahudi (Acts 16:14). Dia mungkin masuk Yahudi (karena namanya nonYahudi) saat di Thyatira dan diteruskan saat di Filipi. Saat dia mendengar Paulus bicara, Tuhan membuka hatinya untuk bertobat. Pada akhirnya semua keluarganya bertobat juga, karena semuanya dibaptis bersama (Acts 16:14-15). Baik referensi di Acts 16:15 “anggota keluarganya” dan kenyataan bahwa Paulus dan temanya tinggal dirumahnya, keduanya menunjukan bahwa Lydia itu seorang wanita yang baik. Hal ini kemudian menjadi harapan pertama gereja Filipi. Kita juga harus memperhatikan panjangnya bagian dalam Lukas dimana Paulus menghadapi budak wanita diFilipi dan peristiwa lain yang terjadi kemudian. Dalam Acts 16:16-18 Paulus menghadapi budak wanita dirasuki iblis yang bisa meramal masa depan sehingga mendatangkan untung bagi pemiliknya. Hasilnya dia kehilangan kemampuan meramal masa depan sehingga membuat pemiliknya marah besar. Jadi mereka membawa Paulus dan Silas kehadapan pejabat pengadilan rendah (Filipi seperti Roma “kecil”), menuntut para misionaris karena mereka memaksakan kebiasaan yang tidak berdasar hukum. Hasilnya Paulus dan Silas dibuang kepenjara setelah dilucuti, dipukul, dan dicambuk dengan kejam (Acts 16:20-24). Sekitar tengah malam terjadi gempa bumi dan semua pintu penjara terbuka. Paulus dan Silas tidak kabur, tapi tetap tinggal dan membagikan injil kepada kepala penjara sehingga – dia dan keluarganya – datang pada Tuhan (Acts 16:25-34). Setelah Paulus menunjukan kewaganegaraan Romawinya5 kepada pejabat pengadilan rendah yang kemudian membebaskan mereka, mereka kembali kerumah Lydia (Acts 16:35-40) dan kemudian pergi ke Apollonia dan Thessalonica (Acts 17:1). Kita tidak memiliki kepastian jumlah waktu Paulus tinggal dan melayani di Filipi saat kunjunga pertama, tapi jelas bahwa dia mengembangkan kasih yang dalam pada mereka (cf, Phil 1:7). Maka dari itu kita memiliki gambaran Lukas tentang peristiwa misi di Filipi – penaklukan strategis bagi Injil didataran Eropa. Pengarang Terdapat banyak keraguan tentang pengarang/penulis surat pada jemaat Filipi. Paulus mengklaim dia yang menulisnya (1:1; hubungan Timotius dengan penulisan surat lihat, “Pelajaran 2: Salam”) dan ketika dibandingkan dengan yang dikatakan di Romans, 1 dan 2 Corinthians, dan Galatians, semua karakteristik internal bahasa, gaya tulisan, dan fakta sejarah, meneguhkan semua itu. Gereja mula-mula juga secara konsisten mengatakan otoritas dan penulisan Paulus.. Hawthorne berkomentar: Gema Filipi bisa terdengar dalam tulisan Clement (ca. AD 95), Ignatius (ca. AD 107), Hermas (ca. AD 140), Justin Martyr (d. ca. AD 165), Melito of Sardis (d. ca. AD 190) dan Theophilus of Antioch (abad 2 kemudian). Polycarp of Smyrna (d. ca. AD 155) memperhatikan Filipi dan langsung menyebut Paulus yang menulisnya (3.2). Irenaeus (d. ca. AD 200). Clement of Alexandria (d. ca. AD 215), Tertullian (d. ca. Ad 225) dan bapa yang kemudian tidak hanya mengutip dari Filipi, tapi menujuk Paulus sebagai penulisnya. Orang Filipi ditemukan dalam daftar tertua tulisan PB—Kanon Muratorian (sekitar abad kedua) dan kanon khusus Marcion (d. ca. AD 160). Disana Bapa Gereja tidak menunjukan pertanyaan tentang otoritas kanon Filipi atau penulisnya.6 Bagi sebagian sarjana, penulis kitab ini sudah jelas : Paulus yang menulisnya. Bagaimanapun, ada keraguan apakah kitab ini terdiri dari satu kesatuan atau surat Paulus yang berbeda-beda yang dikirim ke gereja Filipi yang kemudian digabungkan oleh seorang editor. Pertanyaan literature ini sangat kompleks dan tidak bisa diselami disini. Cukup dengan mengatakan bahwa tidak ada diantara 2 sarjana yang setujua dengan berbagai surat dalam “surat”. Dan jika kelihatan seperti itu (seperti, tidak berhubungannya 3:1 dan 2) kenapa tidak disusun kembali agar lebih baik. Dalam suatu surat yang sangat pribadi – seperti Filipi – tidak ada yang mengusulkan suatu kemajemukan. Tafsiran ini akan menunjukan pembuktian bahwa walaupun ada ketidakserasian dalam surat tidak berarti majemuk dan hal yang mirip dengan itu. Waktu dan Tempat Penulisan Menentukan tempat penulisan dan juga waktunya tidak semudah pertanyaan tentang siapa penulisnya. Hal yang jelas adalah Paulus dalam penjara (1:7, 13, 17) dan orang Filipi tahu hal ini karena mereka mengirimkan Efaproditus kepadanya (4:18). Tapi tetap ada pertanyaan pemenjaraan yang mana dalam konteks ini. Umumnya, satu dari tiga solusi dikemukakan: (1) Roma; (2) Ephesus; atau (3) Caesarea. Setelah kita menjawab pertanyaan ini dengan baik kita bisa mengemukakan dalil waktu penulisan kitab ini. Jawaban tradisional adalah Paulus menulis dari Roma selama pemenjaraannya disana (cf. Acts 28:30). Sementara ada banyak factor yang menunjuk pada Roma dalam surat ini, ada kesulitan dengan jawaban ini. Sebagian sarjana merasa, atas dasar kesulitan ini, solusi yang lain bisa diambil. Masalah yang dibangun disekitar waktu Paulus di Roma (2 tahun) dan jumlah kunjungan dari dan ke Filipi selama periode itu—belum lagi kunjungan yang direncanakan Paulus, menurut orang Filipi. Sebagai contoh, harus ada cukup waktu untuk: (1) seseorang yang dikirim Paulus untuk memberitahu orang Filipi kalau dia dipenjara; (2) orang Filipi mengirim Efaproditus kepada Paulus sebagai hadiah mereka kepadanya (2:25); dan (3) seseorang yang dikirim ke Filipi untuk melaporkan tentang kesehatan Efaproditus. Disini juga terdapat 3 kunjungan yang lain: (1) Efaproditus mengantarkan surat ke Filipi (2:25); dan (2) Timothy mengadakan perjalanan ke Filipi dan kembali lagi keRoma (2:19)7. Sebagian sarjana mengemukakan bahwa dalam dunia dulu hal diatas tidak mungkin diselesaikan dalam waktu 2 tahun. Sebagian termotivasi oleh masalah dengan sumber dari Roma dan kesulitan perjalanan dalam hal ini, sebagian sarjana mengatakan bahwa surat ini ditulis dari Ephesus selama pelayanan Paulus disana (Acts 19:1ff). Pertama, kelihatannya gereja Filipi telah menolong Paulus secara keuangan dalam pelayanannya sekitar 49 CE (Phil 4:15-16). Jika surat itu ditulis dari Roma, maka sudah 10 tahun lewat sejak mereka menolongnya kembali, yang kelihatannya terlalu lama untuk sebagian sarjana—terutama bagi gereja yang memiliki hubungan yang baik dengan dia (lihat Phil 4:10ff). Maka dari itu, mereka mengatakan Paulus tidak mungkin menulis surat itu saat penahanan di Roma sekitar 60-62 CE. Tapi tidak karena Paulus menyebutkan keinginan mereka untuk kembali memberi (i.e., in 4:10) tidak langsung berarti mereka tidak menolongnya selama 10 tahun lalu. Sarjana yang lain juga mengatakan bahwa keinginan Paulus untuk mengirimkan Timotius dengan harapan menerima berita dari orang Filipi (2:19)—walaupun dia percaya akan ada keputusan dalam waktu dekat yang bisa mengakhiri hidupnya—terlalu dipaksa karena jarak antara Roma dan Filipi. Perkataan Paulus lebih masuk akan, jika Timotius dikirim dari Efesus. Tapi hal ini tidak menimbulkan masalah bagi penahanan Roma karena Paulus, walalupun dia mengetahui kemungkinan mati, percaya bahwa dia akan hidup dan dibebaskan (Phil 1:25). Salah satu keberatan yang dikemukakan oleh sebagian penafsir adalah musuh Paulus dalam 3:1-3 sepertinya orang Yahudi—suatu kenyataan yang mempermudah perkiraan kalau penahanannya di Efesus dimana Paulus mendapat kesulitan dengan Yahudi disana (cf. Acts 19:8-9, 33). Tapi seperti yang dikemukakan oleh Guthrie, ada penolakan setelah masalah utama diajukan di Yeursalem.8 Walaupun Paulus menyebutkan fakta bahwa dia sering dipenjara (2 Cor 11:23), tidak ada catatan dalam Kisah kalau dia pernah dipenjara di Efesus. Akhrnya, pemenjaraan Efesus berlawanan karena kekurangan referensi dalam Filipi tentang kumpulan orang miskin di Yerusalem, walaupun disebutkan dalam setiap surat saat Paulus melayani di Efesus (Rom, 1 and 2 Cor). Ini aneh, saat seseorang memikirkan kenyataakn bahwa Paulus, ingin menerima bantuan keuangan dari Filipi. Lebih baik menafsirkan Phil 4:10 dan keinginan kembali orang FIlipi memberi kepada Paulus sebagai petunjuk keinginan mereka untuk menolong dia seperti yang telah mereka berikan bagi orang percaya di Yerusalem. Sarjana yang lain mengatakan saat penahanan Caesarean. Paulus dipenjara, menurut Acts 24:27, selama 2 tahun di Caesarea dan ada kesempatan seperti penjaga penjara dalam Phil 1:13 mungkin sama seperti dalam Acts 23:35, i.e., penjaga istana Herodes. Tapi masalah utama pandangan di Caesarean adalah seperti alasan di Roma, jarak yang cukup jauh dari Filipi. Selain kenyataan bahwa kita mengetahui kalau Paulus memang dipenjara disana, sangat sedikit yang bisa dikatakan tentang pandangan ini. Informasi yang kita dapatkan, membuat kita tidak mungkin membuatnya dogmatic, tapi pandangan yang terkuat tetap Roma. Jika perjalanan yang digambarkan dalam Filipi bisa masuk kedalam 2 tahun pemenjaraan9 ada bukti bahwa (1) ada penjaga istana di Roma (Phil 1:13); (2) Paulus bebas mengirim dan menerima teman (Phil 2:19-30; Acts 28:30); (3) petunjuk pada isi istana kaisar cocok dengan pemenjaraan Roma (Phil 4:22); (4) “sebagian besar saudara dalam Tuhan” (Phil 1:14) menunjukan gereja yang sudah berdiri baik yang cocok dengan gereja Roma (dan lebih baik dari yang kita ketahui tentang gereja di Caesarea); (5) kenyataan bahwa Paulus menghadapi kemungkinan kematian cocok dengan Roma karena dia bisa mengajukan diri pada kaisar; (6) pembukaan dari Marcionite menunjukan bahwa Roma merupakan tempat penulisan surat ini. Jika tempat penulisan memang Roma, tanggal surat mungkin sekitar 60-62 CE, mungkin akhir pemenjaraannya karena dia kelihatannya menunjukan keinginannya untuk cepat bebas (Phil 2:24). Tujuan Penulisan Surat Filipi Tidak ada kebutuhan untuk mempertahankan pendapat bahwa hanya ada satu tujuan dalam penulisan surat Filipi ini. Kenyataannya, setelah kita membaca surat ini, beberapa tujuan ada dalam pikiran Paulus. Pertama, jelas bahwa Paulus ingin gereja mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya dalam penjara (1:12-26) dan rencananya kalau dibebaskan (Phil 2:23-24). Kedua, kelihatannya ada perpecahan dalam gereja sehingga Paulus mendorong kerendahan hati agar ada kesatuan (2:1-18; 4:2-3). Ketiga, Paulus menulis untuk menghilangkan pengajaran yang negative dan akibat dari pengajar sesat tertentu (3:2-3ff.). Keempat, Paulus menulis untuk menyuruh Timotius kegereja untuk melaporkan kesehatan dan rencana tentang Efaproditus (2:19-30). Kelima, Paulus juga menulis untuk berterima kasih pada gereja untuk perhatianya dan pemberian mereka (4:10-20). Garis Besar Surat Filipi I. (1:1-11) A. Salam 1:1-2 B. Ucapan Syukur dan Doa 1:3-11 1. Ucapan Syukur (1:3-8) 2. Doa (1:9-11) II. Keadaan Paulus dan Penghiburan untuk Gereja (1:12-2:30) A. Keadaan Paulus dan Perilaku (1:12-26) B. Penghiburan Paulus untuk Gereja (1:27-2:30) 1. Mengenai Kerendahan hati dan Ketaatan (2:1-18) a. Panggilan untuk Rendah Hati (2:1-4) b. Teladan Kerendahan hati Kristus (2:5-11) c. Panggilan untuk Taat (2:12-18) 2. Mengenai Timotius (2:19-24) 3. Mengenai Efaproditus (2:25-30) III. Peringatan Terhadap Pengajaran Sesat dari Yahudi (3:1-4:1) A. Peringatan: Menjauhi Orang Yahudi dan Legalisme Mereka (3:1-2) B. Solusi : Mengikuti Teladan Paulus (3:3-4:1) IV. Nasihat Terakhir (4:2-9) A. Mengenai Pertengkaran (4:2-3) B. Mengenai Sukacita dan Doa (4:4-7) C. Mengenai Cara Berpikir dan Hidup (4:8-9) V. Ucapan Terima Kasih (4:10-20) A. Kepuasan Paulus (4:10-13) B. Pemberian Orang Filipi (4:14-20) VI. Salam Terakhir dan Penutup (4:21-23) 1 lihat Peter T. O’Brien, Philippians, NIGTC (Grand Rapids: Eerdmans, 1991), 3. 2 Gerald F. Hawthorne, Philippians, WBC, ed. Ralph P. Martin, vol. 43 (Waco, TX: Word Books, 1983), xxxiii. 3 Lihat Gordon D. Fee, Philippians, NICNT, ed. Gordon D. Fee (Grand Rapids: Eerdmans, 1995), 26. 4 Lihat I. Howard Marshall, Acts, Tyndale New Testament Commentaries, ed. R. V. G. Tasker (Grand Rapids: Eerdmans, 1980), 266-67; Richard N. Longenecker, “Acts” in The Expositor’s Bible Commentary, ed. Frank E. Gaebelein, vol. 9 (Grand Rapids: Zondervan, 1981), 460. 5 Tidak pasti mengapa dia tidak membuat hak ini diketahui lebih dulu sehingga mereka bisa melindungi dia dari pemukula, pencambukan dan pemenjaraan oleh pejabat pemerintahan rendah Filipi. Dalam beberapa kasus dia bahkan naik banding, mungkin untuk melindungi Lydia, kepala penjara, dan gereja baru Filipi dari tindakan hukum oleh magistrates. 6 Hawthorne, Philippians, xxviii. 7 Donald Guthrie, New Testament Introduction, rev. ed. (Downers Grove, IL: InterVarsity, 1990), 548. 8 Guthrie, Introduction, 553. A late date for Galatians would prove this to be true. 9 Sebagai contoh, Efaproditus mungkin sudah diantar sebelum kabar tentang pemenjaraan Paulus sampai kepada mereka, hanya karena orang Filipi mendengar bahwa Paulus pergi ke Roma.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: