Jangan percaya Tahayul

Februari 16, 2009 pukul 1:51 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Injil Lukas 

17:23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
17:24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
17:25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Kita belajar sampai ayat situ dulu. Dalam ayat ke-23, Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! 

Siapa yang berkata? Dan orang akan berkata kepadamu. Biar dia pendeta, ngaku pendeta besar, ngaku nabi, ngaku rasul, tapi dia tetap orang. Nah, nanti di akhir zaman akan banyak orang berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana. Artinya apa? Lihat, saya sudah lihat Yesus ada di sana. Kemudian dia berkata lagi: Lihat, ia ada di sini. Dia akan ngomong bukan dari firman … cuma dari penglihatan. Saya lihat Yesus kemarin, Ia ada di sana. Saya lihat Yesus kemarin, Dia ada di sini. Saya lihat Yesus ada di sana. Saya lihat Yesus ada di sana. Saya lihat di daerah Sulawesi Tengah ada mujizat. Anak kecil bisa menyembuhkan orang, ada di majalah. Saya lihat ada di sana. Apa kata Yesus? Dia bilang: Jangan kamu pergi ke situ. Bahasa Inggris, jangan kamu ikut mereka.

Saya baru dari Temanggung. Dua puluh tahun saya tidak ke Temanggung. Temanggung jemaat yang besar. Satu jemaat kurang lebih seribu orang, punya tujuh puluh lima cabang. Setiap cabang gerejanya sebesar begini. Jemaatnya kalau kita hari minggu penuh bagian bawah, itu jemaat per cabang. Tujuh puluh lima cabang. Saat itu digembalakan oleh Pendeta Yu Cin Goan, Titus Yuwono.

Oleh karena ada satu ajaran yang menyesatkan, oleh karena orang percaya kepada yang salah. Ketika almarhum sudah meninggal, terpecahlah gereja itu menjadi enam gereja. Masih ada yang jadi GBI, ada yang jadi GBT, ada yang jadi Bethany, ada yang jadi tetap GPdI, tapi ada yang bikin sendiri gereja. Jemaat semua dari seribu itu berpencar-pencar jadi enam gereja. Nah, kebetulan saya diundang oleh tiga gereja.

Tiga gereja ini mengundang saya hari yang sama. Hari pertama saya di gereja pantekosta. Jam setengah sepuluh saya kebaktian di gereja lain. Asalnya dari gereja pantekosta. Namanya juga gereja pantekosta, tapi terpecah. Di situ saya rasa ada urapan Tuhan. Mereka nyanyi sungguh-sungguh, nggak gengsi-gengsian nyanyi, sungguh-sungguh nyanyi. Di situ saya nyanyi dengan menangis. Dan saya lihat kesungguhan umat Tuhan menyanyi. Dan malamnya, jam tujuh, saya khotbah di anaknya pendeta Yu Cin Guan. Dia punya toko besar, sudah berhasil. Tapi dia tinggalkan toko. Istrinyapun sehati. Mau jadi pendeta 100%. Kira-kira ada enam puluh orang jemaatnya.

Yang saya sedih, semua orang itu saya kenal. Baik itu kebaktian pertama, kebaktian kedua, kebaktian ketiga, pernah dia menjadi satu. Ini yang Yesus katakan, jangan kamu ikuti mereka kalau ada orang bilang, lihat Dia ada di sana, lihat Dia ada di sini. Jangan kamu pergi!

Sekarang ada gereja di Semarang. Dia anggap gerejanya itu adalah bahtera keselamatan. Siapa yang meninggalkan gereja saya ini, kata dia, dia dikutuk oleh Tuhan. Kalau dia mau selamat, dia musti jadi anggota gereja saya ini. Jadi Benny Hinn, Awondatu, Yusuf Roni, A.H. Mandey, karena nggak jadi anggota gereja dia, terkutuk semua. Termasuk Rasul Paulus, termasuk Yesus mungkin, nggak jadi anggota gereja dia, semua terkutuk. Harus jadi anggota saya, baru selamat. Ini gereja adalah bahtera keselamatan.

Apa kata Tuhan Yesus? Jangan kamu ikuti mereka. Itu Yesus sudah ngomong. Dua ribu tahun yang lalu Dia sudah ngomong bakal banyak yang sesat. Bakal banyak orang yang tidak memberitakan firman yang benar.

Jadi ukuran orang banyak, satu gereja banyak jemaatnya, itu bukan ukuran. Jemaat yang besar dengan tujuh puluh lima cabang, bisa pecah oleh karena tidak dewasa. Begitu oom Yu Cin Guan meninggal, sudah. Tapi bukan itu yang kita mau bicara. Di dalam ayat 24, Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit – di bawah langit maksudnya – yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Saya mau tanya sama saudara, kecepatan kilat itu berapa? Bisa dihitung, berapa? Satu menit? Terlalu lama. Setengah menit? Lima detik? Lama.

Satu detik. Itu kilat. Menurut Matius, dari timur ke barat. Seperti kilat memancar. Jadi kalau tidak ada kilat memancar, jangan percaya. Orang bilang Yesus ada di sana, Yesus ada di sini. Di Jakarta pernah ada orang kristen punya rumah, temboknya bocor. Ketika temboknya bocor, berbentuklah wajah Yesus, kan ada corannya itu air. Wah, mobil mercy masuk situ, semua ingin lihat, difoto, masuk majalah Tempo, … Yesus ada di sana. Ada satu pendeta di Jakarta, dia ikut ke sana, dia lihat. Ada orang tanya sama saya, mau lihat nggak? Saya bilang, nggak. Yesus bilang, jangan pergi ke situ.

Satu bulan, macet, mau masuk. Orang kristen, katolik, semua mau lihat, betul apa tidak. Memang mirip. Tapi lama-lama musim hujan lewat, musim panas datang, kering. Hilang. Di Manado ada juga. Sama seperti itu tembok. Karena hujan juga membentuk wajah Yesus. Itu satu tubuh. Seperti ada Yesus berdiri dengan jubah. Disembah.

Saya yakin saudara, kalau tiba-tiba di tembok ini ada gambar kaya Yesus, saudara bedston pagi datang semua. Ada Yesuslah di tembok, ada penampakan. Karena orang Indonesia paling percaya Nyi Roro Kidul, … yang aneh-aneh. Banyak orang yang begitu, percaya yang takhayul-takhayul. Bayangkan itu Hamengku Buwono X takluk sama Mbah Marijan. Mbah Marijan suruh turun, dia bilang tidak. Saya tidak mau taat sama kamu, saya taat sama bapamu. Bapamu bilang saya harus jaga gunung Merapi. Nggak bisa apa-apa. Percaya Mbah Marijan itu titisan dari dewa dari gunung Merapi, ada hubungannya dengan Nyi Roro Kidul. Suka percaya takhayul.

Nah, Yesus tahu, awas, nanti di akhir zaman akan ada banyak takhayul. Lihat, dia ada di sana. Lihat, ada di sini. Jangan pergi ke situ. Bisa bilang amin, saudara? Karena seperti kilat memancar dari timur ke barat, dari bawah langit satu ke langit yang kain, demikianlah Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.

Berarti kedatangan Yesus akan secepat kilat. Dia tidak berlambatan datang. Waktu Dia naik ke sorga, Dia pelan. Dia naik ke sorga, Dia pelan, sedikit demi sedikit, sampai Dia hilang. Tapi waktu Dia datang kedua kali, kaya kilat memancar. Sekejap saja. Bayangkan komunis seluruh dunia, hancur hanya dalam satu tahun oleh Tuhan, termasuk Tiongkok. Tiongkok cuma nama saja negara komunis. Tapi sekarang sudah kapitalis. Cuma teori saja. Hancur dalam satu tahun.

Sekarang ada dunia yang lain, agama yang lain yang besar, mengancam orang kristen. Tapi kalau Tuhan memancar dari timur ke barat, dalam satu detik, Dia bisa hancurkan segala sesuatu hanya dalam sekejap mata. Amin? Apalagi problem saudara, yang saudara bilang: Aduh, problem saya terlalu besar, terlalu banyak, susah. Kalau saudara percaya Yesus, seperti memancar dari timur ke barat, itu kedatangan Tuhan membela saudara. Eh, kok sudah hilang problem. Eh, kok sudah hilang percobaan. Itu hebatnya dari Tuhan Yesus. Tetapi ada satu syaratnya

17:25 Tetapi Ia – Yesus – harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

But first He must suffer many things and be rejected by this generation. Jadi Yesus ditolak oleh generasi waktu itu, yaitu generasi orang Yahudi. Maaf, kalau saya katakan sekarang Roh Kudus juga ditolak, oleh siapa? Oleh gereja. Karena Yahudi menjadi lambang dari gereja. Tidak semua gereja. Ada orang gereja pantekosta percaya kepenuhan Roh Kudus, percaya berbicara dalam berbagai bahasa Roh. Percaya Allah masuk di dalam hatinya. Percaya bahwa Tuhan bisa mempengaruhi hidupnya. Tapi ada orang pantekosta nggak percaya bahkan nggak mau percaya … dia tidak percaya Roh Kudus.

Nah, seperti Yesus ditolak oleh orang Yahudi, demikian juga Roh Kudus sekarang ditolak oleh gereja. Ditolak, dia nggak percaya. Tapi kalau doa untuk orang sakit, dia mau didoakan. Kalau saya tanya, apa saudara percaya kalau didoakan sembuh? Saya percaya. Dia tidak tahu, yang menyembuhkannya Roh Kudus. Oom, tolong, saya ada persoalan di dalam usaha, mata pencaharian. Saya tanya, percaya Tuhan akan jawab doamu, akan beri jalan keluar? Saya percaya, oom. Dia tidak sadar bahwa yang menolong dia itu Roh Kudus. Kita buka Kisah Rasul

3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Kristus harus ada di mana? Di sorga. Siapa yang kerja sekarang di dunia? Roh Kudus. Siapa yang ngundang saudara doa waktu pagi? Roh Kudus. Siapa yang menggerakkan saudara untuk datang kebaktian? Roh Kudus. Siapa yang memberkati saudara? Roh Kudus. Siapa yang menolong kita? Roh Kudus.

Sekarang ini zaman Roh Kudus. Tapi anehnya, seperti waktu perjanjian Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Yesus ditolak oleh orang Yahudi sampai disalib … sekarang Roh Kudus juga ditolak oleh gereja. Gereja nggak mau Roh Kudus. Dia lebih percaya duit. Pokoknya kalau ada duit saya mau. Tidak mau percaya Roh Kudus.

Berikutnya kembali kepada Lukas. Dia harus mengalami penderitaan dulu dan ditolak oleh angkatan atau generasi ini.

17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:

Jadi Yesus akan datang kembali kalau Kisah Rasul 3:21, Dia harus ada di sorga, sampai masa pemulihan. Yang memulihkan adalah Roh Kudus – memulihkan gereja, memulihkan keluarga, memulihkan orang yang bermusuhan, dipulihkan menjadi damai. Orang yang pahit … suami kepada istri, istri kepada suami, dipulihkan menjadi berdamai – baru Yesus datang. Baru Kristus datang. Tetapi ketika Dia datang, sama seperti zaman Nabi Nuh, sebelum Dia datang, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan.

Dua puluh lima tahun yang lalu, saya khotbah di sini beberapa kali. Kalau saudara mau jaya, usaha saudara yang terus mayeung, bukalah restoran. Kalau saudara buka restoran, rumah makan, sampai akhir zaman saudara tidak akan kelaparan, karena yang saudara buka restoran. Karena orang akhir zaman suka makan dan minum. Orang di akhir zaman, akan makan dan minum.

Yang kedua ini, kawin dan dikawinkan. Bahasa Indonesia lama lebih tepat, kawin mawin, kawin nggak sekali. Sudah kawin, lihat cewek yang lain, ah saya mau kawin lagi.

Makan dan minum ini juga beda. Kalau kita makan bakmi kadang-kadang separo saja sudah kenyang. Maka pada zaman dulu, orang-orang Italia, orang-orang Roma, jenderal-jenderal Roma – mohon maaf, saya mohon maaf sama saudara – mereka kalau makan, mereka siapkan bulu merak. Dia makan ayam besar, daging, digerogot begini. Makan digerogot. Nggak pakai apa-apa, minum anggur. Sudah kenyang, ke belakang. Dia ke WC, pakai bulu merak, muntah. Balik lagi, makan lagi. Begitu bisa sampai empat, lima kali. Itu adalah tanda akhir zaman.

Ini sudah mulai ini di Jakarta sudah ada. Di Taiwan – maaf – sampai ada yang menggoreng bayi. Saya lihat di internet. Restoran menyediakan daging bayi. Bayi yang mati, tidak dikubur, dijual. Masih segar. Dikasih lihat. Manusia itu katanya bertuhan, tapi bagaimana ya, bayi dimakan? Apa bedanya sama si Sumanto tuh? Ini kejahatan di akhir zaman.

Jadi kita harus lihat tandanya. Mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Kita mulai dengan zaman Nuh dulu. Pada zaman Nuh, orang makan, minum, kawin dan mengawinkan, lalu orang membuat bahtera.

Kita renungkan saja, bahtera Nuh kurang lebih seperti ini, dibikin tiga tingkat. Tingkat satu, tingkat dua, dan di tingkat dua ini ada pintu, tingkat tiga. Lalu di sini ada jendela. Di tingkat tiga ada jendela. Orang itu, binatang-binatang masuk melalui pintu ini. Ini dibikin tiga tingkat karena ini menjadi lambang Bapa, Putra – Yesus, dan Roh Kudus. Yang jadi pintu siapa? Yesus. Karena dalam Yohanes 10:9, Dia berkata: Akulah pintu.

Ini nggak ada jendela, nggak ada apa. Cuma ada jendela. Jendela ini cuma ada menghadap ke atas, cuma satu. Ini nggak ada pintu, nggak ada apa-apa. Jadi kalau dia naik, masuk dalam bahtera, tidak tahu dia ke timur atau ke barat, nggak tahu. Tapi dia tahu, Nuh tahu, bahwa kalau dia di dalam bahtera dia selamat. Orang yang tidak masuk bahtera dia celaka. Tetapi Nuh tahu, dikasih tahu sama Tuhan, seratus dua puluh tahun bahtera itu dibikin. Seratus dua puluh tahun Nuh menginjil. Percaya sama Tuhan. Tuhan akan menghukum dunia. Mari, naiklah ke dalam bahtera.

Loe gila Nuh. Mana ada orang bikin kapal di atas gunung? Bikin kapal mah di pinggir laut supaya didorong, naik ke laut. Kenapa kamu bikin kapal di atas gunung? Ini disuruh Tuhan. Lekas masuk. Disebut gila. Jadi cuma Nuh, istrinya, tiga anak lelakinya, tiga anak menantunya. Besan saja nggak percaya. Masuk delapan orang dalam bahtera. Dan bayangkan, saudara, tidak ada kaca depan, tidak ada kaca belakang, tidak ada kaca samping. Pintunya saja ditutup sama Tuhan. Jadi dia lihat hanya ke atas.

Kita juga sedang ada dalam bahtera keselamatan Tuhan. Kita tidak tahu kemana kita pergi. Yang kita tahu, kita pasti selamat. Kita tidak bisa lihat kanan, lihat kiri, kita nggak tahu mundur atau maju. Tapi Tuhan bilang ada jendela di atas. Maka Nuh itu tiga kali dia lepaskan burung merpati melalui jendela ini. Dia lepaskan burung merpati. Yang pertama, merpati itu kembali. Kembali ke tempat Nuh. Kenapa kembali? Karena air masih penuh, pohon masih terendam, nggak ada tempat untuk hinggap.

Satu minggu kemudian, dia lepas lagi burung merpati. Kembali lagi. Tetapi di mulutnya, diparuhnya itu ada pohon daun zaitun. Berarti pohon sudah kelihatan. Tapi dia nggak bisa hinggap. Dia petik daun zaitun, bawa sama Nuh. Ketiga kali dilepas lagi dan merpati itu tidak kembali.

Ini pelajaran. Ini zaman Bapa, Putra dan Anak. Dari zaman Adam jatuh sampai zaman Abraham, itu dua ribu tahun. Dari zaman Abraham kepada zaman Yesus dua ribu tahun. Dari zaman Yesus sampai kedatangan-Nya yang kedua kali juga dua ribu tahun. Ini kerajaan seribu tahun damai.

Ini kita sebut zaman Bapa. Ini zaman Anak. Ini zaman Roh Kudus. Merpati lambang apa, saudara? Roh Kudus. Karena waktu Yesus dibaptis, turunlah Roh Kudus merupakan diri seperti burung merpati. Jadi kalau Nuh melepaskan merpati tiga kali, Tuhan juga melepaskan Roh Kudus tiga kali. Dia lepas pada zaman Bapa, dua ribu tahun pertama. Roh Kudus dilepas tetapi Dia kembali sama Bapa. Zaman kedua, dilepas, Dia kembali tapi di mulut-Nya ada daun zaitun. Kenapa? Sebab Yesus mendamaikan manusia dengan Tuhan. Karena zaitun adalah lambang perdamaian. Kalau ada pesta olah raga, yang dilepas burung apa? Burung merpati. Nggak pernah burung gagak.

Pada waktu zaman Roh Kudus, sekarang kita sudah 2007. Dari Yesus mati sampai kedatangan-Nya yang kedua kali, itu dua ribu tahun. Jadi Yesus mati, 33, jadi sampai dua ribu tiga puluh tiga. Kalau hitungan tepat. Karena kita tidak tahu kapan Dia datang. Roh Kudus dilepas tapi Dia tidak kembali lagi. Karena apa? Karena di sini Dia sudah punya tempat hinggap, pohon. Di sini Dia sudah punya tempat hinggap – di hati kita!

Sekarang saudara mau pilih mana, Tuhan yang di sorga, Tuhan Immanuel yang di sisi kita, apa Tuhan Roh Kudus yang di dalam kita?

Maka saya bilang, kalau kita penuh dengan Roh Kudus, kita ini sangat beruntung. Sangat beruntung. Bahkan hampir-hampir kita non-aktif. Dia yang perang ganti kita. Dia yang ngurusin urusan kita. Kalau kita jalan, Dia yang bimbing. Kalau kita salah jalan, Dia ngomong, itu salah. Kalau kita dagang keliru, jangan dagang itu. Kalau kita jalan terus mau tupok kui, mau pasang togel, salah, jangan. Kalau kita mau ke sana, nggak bisa. Maaf, ya. Kalau kita mau ke tempat perempuan nakal, Roh Kudus bilang: Bukan tempat kamu itu. Penuh Roh Kudus. Kalau mau selingkuh, kalau mau nyeleweng, Roh Kudus bilang salah. Kamu tidak akan dapat damai kalau selingkuh, lekas kembali. Itu hebatnya Roh Kudus.

Saya nggak pernah mau undang lagi saudara maju ke depan. Saya pikir Roh Kudus tidak perlu asisten. Dia bisa memenuhi saudara di tempat saudara duduk. Di Jakarta, memang saya undang ke depan karena dari berbagai gereja, macam-macam aliran, ada katolik, ada GKI. Ada orang GKI suami istri penuh Roh Kudus. Di depan ada orang gereja pantekosta tapi dari Tangerang, dua-duanya penuh dengan Roh Kudus. Pegangan tangan penuh Roh Kudus. Belum sembahyang saya. Di sebelah situ ada orang lagi, penuh Roh Kudus, berbicara bahasa Roh. Nikmat sekali.

Saya mau kasih kesaksian. Dulu saya di Yasdi saya khotbah mengenai Roh Kudus. Siapa yang mau dipenuhkan Roh Kudus, maju ke depan. Banyak orang maju. Tapi ada orang katolik, suaminya namanya Joni. Joni mau maju, ditarik sama istrinya. Jangan, apa-apaan lu maju. Apa-apaan Roh Kudus-Roh Kudus. Istrinya katolik. Jangan. Jadi Joni nggak maju. Tapi Roh Kudus penuhkan dia. Dari jauh dijamah. Nangis dia. Haleluyah, haleluyah. Nangis. Istrinya bilang: Jon, kenapa Jon? Joni kenapa, Jon? Lu kenapa? Nggak bisa berhenti dia, terus berbahasa Roh.

Apa yang terjadi, saudara? Istrinya datang sama saya: Ko Yoyo, saya juga pengen Roh Kudus. Itu hari jumat. Minggu sorenya dia datang ke sini. Waktu itu mimbar di situ. Tiga wanita yang belum penuh Roh Kudus didoakan. Istrinya ngomong bahasa Jepang, saya tahulah dia bahasa Jepang. Disuruh berhenti saja nggak berhenti-berhenti. Asalnya dia bilang: Apa-apaan lu ke depan, jangan. Dia kira kesurupan. Kalau penuh Roh Kudus itu kaya kesurupan, kaya kuda lumping begitu, saudara. Nggak. Kita dipenuhi oleh Tuhan. Kita dipenuhi oleh damai. Kita dipenuhi oleh Roh Kudus.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: