Akhir Zaman

Februari 16, 2009 pukul 2:56 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

::: Pelajaran Tentang Akhir Zaman :::

Dari buku doktrin GPdI: Eskatologi

This study available at: http://www.gpdiworld.us

Alkitab Bible Other Version

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali.

Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, bahwa sebagaimana kamu melihat Dia terangkat ke Sorga maka dengan cara yang sama pula kamu akan melihat Dia akan datang kembali (Kisah 1:11).

Dalam sejarah Gereja, pemimpin Gereja mula-mula bahkan sampai pada abad ketiga dengan penuh semangat menanti kedatanganNya kedua kali sesuai dengan janjiNya. Mulai abad ke empat orang percaya mulai melupakan akan janji kedatangan Tuhan kedua kali. Sejak abad ke empat sampai abad-abad pertengahan yaitu sekitar abad 16 s/d 18, dalam ajaran Gereja sepertinya telah melupakan sama sekali ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali.

Ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali mulai dihidupkan kembali ketika Gereja memasuki abad ke 20. Perhatikan dalam bukunya “Institutio” karangan Yohanes Calvin (1509-1564). Buku ini yang berisi ajaran Yohanes Calvin telah menjadi buku utama bagi gereja-gereja Lutheran, Reformed, Protestan pada umumnya. Buku yang berisi ajaran-ajaran Yohanes Calvin tersebut tidak membahas seluasnya tentang kedatangan Yesus Kristus kedua kali. Rupanya ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali mulai menjadi ajaran utama dan menarik sejalan dengan lahirnya gerakan-gerakan Gereja Pantekosta di permulaan abad ke 20.

Sekarang ini bahwa ajaran tentang kedatangan Yesus kedua kali semakin menarik. Walaupun ada orang-orang tidak percaya yang membangun doktrin tentang tidak adanya kedatangan Yesus kedua kali juga terdapat di ajaran-ajaran Gereja dewasa ini. Namun, bahwa kedatangan Yesus kedua kali adalah suatu fakta kebenaran yang tidak dapat dielakkan. Memang, doktrin tentang kedatangan Yesus kedua kali hampir seluruhnya bertentangan dengan normatif akal budi yang cenderung menolak hal-hal yang besifat adikodrati.

Kedatangan Yesus kedua kali adalah janji Allah yang harus ditanggapi dengan pola pikir rohani yang kesemuanya bersifat supernatural. Hanya manusia rohanilah yang dapat memahami hal-hal yang rohani. Manusia jasmani sudah pasti tidak dapat menerimanya, karena hal-hal itu harus ditanggapi dengan rohani yaitu iman yang dikerjakan oleh Roh Kudus (1 Korintus 2:14-16). Kami mengutip doa Yohanes di Pulau Patmos, “Amin, datanglah Yesus!” (Wahyu 22:20).

Doktrin tentang kedatangan Yesus kedua kali sangat penting dalam Gereja Tuhan karena beberapa hal, yaitu:

1. Kedatangan Yesus Kedua Kali Merupakan Ajaran Khusus Alkitab. Memang dalam Perjanjian Lama seringkali berita kedatangan Yesus yang pertama tidak dapat dibedakan dengan kedatanganNya yang kedua kali. Kesemuanya masih merupakan nubuatan tentang kedatangan Messias yang akan datang. Dalam Nubuatan 70 minggu Nabi Daniel, disanalah kedua berita tersebut dinyatakan dalam nubuatan. Hanya memerlukan pemahaman yang cukup untuk bisa memilah-milahnya (Daniel 9:24-27).

Tetapi ada beberapa nubuatan didalam Perjanjian Lama yang jelas menunjuk kepada kedatangan Yesus kedua kali. Contoh: Daniel 7:13, Maleakhi 3:1-2, Zakharia 14:4.

Dalam Perjanjian Baru, doktrin kedatangan Yesus kedua kali mendapat tempat lebih khusus. Begitu banyak fasal-fasal yang khusus memberitakan kedatangan Yesus kedua kali. Contoh: Matius 24-25, Markus 13, Lukas 21, bahkan kitab-kitab seperti 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, dan kitab Wahyu menekankan pentingnya doktrin kedatangan Yesus kedua kali. Kita harus menaruh tempat yang utama tentang doktrin ini karena mengandung keyakinan iman tentang masa yang akan datang.

2. Beberapa Pokok Ajaran dengan Kunci Kedatangan Yesus Kedua Kali. Banyak ajaran-ajaran, janji dan lambang dalam Alkitab dengan kunci ajaran kedatangan Yesus kedua kali untuk dapat memahaminya. Ajaran-ajaran, lambang dan janji sebagai berikut:

– Tentang Keselamatan. Keselamatan adalah janji kepada Gereja terkait dengan kehidupan yang akan datang. Janji Tuhan tentang kebangkitan tubuh pada waktu kedatanganNya kedua kali. Tuhan akan membawa orang-orang percaya untuk selama-lamanya tinggal bersama-sama dengan Tuhan. Kewargaan orang percaya bukan didalam dunia tetapi kewargaan sorgawi, semuanya merupakan janji-janji yang hanya dapat hidup apabila adanya ajaran kedatangan Tuhan kedua kali (1 Tesalonika 4:13-18, Filipi 3:20-21, 1 Petrus 1:10).

– Jabatan Yesus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Tidak ada satu orangpun akan memahami jabatan Yesus sebagai Raja yang akan datang, apabila tidak ada ajaran kedatangan Yesus kedua kali. Bagaimana Yesus kelak akan memerintah bersama orang percaya. Hal tersebut baru menjadi kenyataan setelah Dia datang kedua kali.

– Yesus Kristus dilambangkan sebagai Mempelai Lelaki, dan GerejaNya dilambangkan sebagai Mempelai Perempuan. Doktrin ini hanya mampu hidup dan ada kebenarannya apabila Yesus datang kedua kali sebagai doktrin yang harus diajarkan. Itulah sebabnya Gereja diajarkan untuk mengasihi Tuhan melebihi dari diri sendiri. Begitu pula begitu banyak janji-janji Alkitab lainnya dengan kunci kedatangan Yesus kedua kali (Mazmur 2, 45, 110). Demikian juga orang-orang Kristen ditantang untuk mempersiapkan diri menanti dan menyongsong kedatangan Tuhan yang kedua kali sehingga semua yang masih merupakan rahasia dapat dinyatakan Tuhan (Matius 16:27, 1 Tesalonika 4:13-18, Yohanes 14:3, Wahyu 1:7, 22:12).

– Janji-Janji dalam sakramen. Begitu pula dalam sakramen baptisan air bahwa kita telah dibangkitkan bersama dengan Yesus oleh kebangkitanNya. Perwujudan janji Allah dalam peraturan baptisan digenapkan pada waktu kedatanganNya kedua kali. Kita akan dibangkitkan dengan kemuliaan sorgawi, dimana orang percaya mampu kalahkan maut. Pada waktu kedatanganNya, orang percaya mendapat tubuh kebangkitan yaitu satu tubuh melimpah kemuliaan Allah. Satu tubuh dimana maut tidak berkuasa atasnya. Tubuh inilah yang tidak akan pernah mengenal maut lagi (1 Korintus 15:50-54). Demikian juga dalam sakramen Perjamuan Suci, Yesus berkata bahwa Dia tidak akan minum lagi air anggur sampai meminumnya yang baru di KerajaanNya. Suatu perjanjian tentang tubuh yang baru yang dikaruniakan bagi orang percaya yang menang. Yesus menjanjikan kita suatu kehidupan yang penuh harapan dimana semuanya telah menjadi baru (Wahyu 21:4-5).

3. Doktrin Kedatangan Yesus Kedua Kali Merupakan Pengharapan Gereja. Kedatangan Yesus kedua kali merupakan pengharapan yang besar bagi gereja Tuhan. Roh Kudus turun dan memenuhi orang percaya supaya boleh bertumbuh kesasaran utama mempersiapkan diri demi menyongsong kedatangan Yesus kedua kali (Filipi 1:9-10, Efesus 2:12-15).

Banyak penderitaan dialami oleh orang percaya dalam mengiring Dia. Seringkali harus mengalami penganiayaan karena pemberitaan Injil. Tetapi orang percaya justru mendapat kekuatan dan tidak akan menyerah kepada penderitaan yang dialami. Bahkan penderitaan dilihat sebagai wahana untuk memperoleh iman yang murni, supaya mendatangkan pujian kemuliaan pada saat Yesus menyatakan diriNya kelak pada waktu kedatangan kedua kali (1 Petrus 1:5-7).

Pengharapan kedatangan Kristus kedua kali yang akan memberi pahala bagi setiap orang percaya sebagai balasan apa yang telah diperbuat sebagai perbuatan iman didunia sementara menanti Dia. Pengharapan ini telah menjadi motivasi yang kokoh untuk dengan setia mengiring Dia sementara mengikat diri dengan pengharapan yang dijanjikan Yesus Kristus kepada orang percaya. Belum lagi pengharapan kemuliaan yang akan diperoleh gereja apabila berhasil bertumbuh menjadi sama seperti Dia (1 Yohanes 3:2-3, Roma 8:18-19, 2 Timotius 4:8).

4. Doktrin Ini Mendorong Orang Percaya Untuk Hidup Kudus. Kedatangan Yesus kedua kali mendorong orang percaya untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Yesus Kristus adalah sasaran pertumbuhan gereja. Gereja melimpah dengan janji Illahi yang kesemuanya akan diperoleh apabila beribadah dengan kehendakNya. Kedatangan Kristus kedua kali disertai dengan pelbagai pahala Allah kepada gerejaNya, hal ini telah menjadi satu kekuatan sebagai motivasi untuk melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah antara lain:

– Orang percaya bertumbuh dalam kekudusan Allah. Tuhan telah memilih kita menjadi orang percaya dan menerima berkat-berkat sorga supaya kita menjadi kudus dan tak bercacat dihadapanNya (Efesus 1:3-4). Menerima keselamatan dalam Yesus Kristus telah mendorong kita supaya dapat hidup kudus sesuai dengan sifat Yesus Kristus (1 Petrus 1:13-16). Orang percaya harus menyucikan diri apabila mengharap untuk masuk kedalam kemuliaanNya pada waktu kedatanganNya.

– Membangun kewaspadaan. Orang percaya harus selalu mawas diri untuk tetap membangun iman didalam Dia. Kita tidak boleh tidur dan lengah supaya tidak terperangkap pada waktu kedatanganNya. Kita diibaratkan seperti orang yang hidup pada siang hari dan sebagai anak-anak terang dan bukan anak-anak kegelapan yang hidup pada malam hari. (1 Tesalonika 5:1-10).

– Membangun ketekunan. Orang percaya bukan hanya waspada tetapi senantiasa hidup dalam ketekunan. Pengertian ketekunan yaitu tetap setia dan selalu melakukan kehendakNya. Ketekunan dalam beribadah (Ibrani 10:25), ketekunan didalam berdoa, dan melakukan yang baik (2 Petrus 1:4-6). Firman Allah memberi nasehat supaya orang percaya bertekun sampai ke akhir (Matius 24:12, 44, 1 Yohanes 2:28).

– Mendorong yang telah undur untuk kuat kembali dalam iman. Orang yang telah mundur iman dapat dibangun kembali bila mendengar berita kedatangan Tuhan yang kedua kali menjadi sadar akan kekeliruan mereka selama ini. Iman mereka dihidupkan kembali dan mendapat pembaharuan melalui berita kedatanganNya. Berita kedatangan Tuhan bisa menyadarkan bahwa ternyata hidup didunia hanya sementara saja (1 Petrus 1:24).

– Doktrin ini menjadi peringatan bagi orang tidak percaya. Injil kerajaan itu harus mencapai seluruh manusia barulah tiba kesudahannya. Semua orang harus mendengar berita keselamatan dan kedatangan Tuhan untuk mengakhiri dunia ini, mereka bebas untuk mengambil keputusan, mau percaya atau tidak tentang keselamatan didalam Dia. Apabila mereka percaya maka akan menerima keselamatan. Namun, apabila tidak percaya berarti menolak kasih karunia itu. Berita tentang kefanaan dan pehukuman akan menimpa dunia pada kedatangan Yesus yang kedua kali, menjadi berita yang paling mendorong untuk membawa orang bertobat. Doktrin kedatangan Yesus kedua kali merupakan doktrin peringatan bagi orang yang tidak percaya (2 Tesalonika 1:7-10).

– Mendorong kegiatan pelayanan gereja. Doktrin kedatangan Yesus kedua kali mendorong gereja Tuhan untuk tidak berdiam diri tetapi semakin giat memberitakan Injil keselamatan. Yesus Kristus belum dapat datang kedua kali sampai segala sesuatu dipulihkan (Kisah 3:21). Gereja terdorong oleh panggilan Kristus sebagai pertanggung-jawaban gereja melaksanakan amanat agungNya memberitakan berita pertobatan.

Gereja terpanggil untuk segera memberitakan kedatangan Yesus kedua kali, karena Firman Allah mengungkapkan rencana Illahinya bagi gereja. Demikian pula Tuhan meminta supaya semua orang percaya melayani untuk memakai talenta kasih karunia untuk melayani Dia. Tuhan telah melengkapkan orang percaya dengan karunia melayani sebagai anggota tubuh Kristus (Roma 12:4-6, 1 Korintus 12:13-28, Efesus 4:13-16, Matius 28:19-20).

II. Sifat Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali.

Pada saat Yesus naik ke sorga Firman Allah berkata bahwa sebagaimana kamu melihat Dia terangkat ke sorga demikian pula dengan cara yang sama semua mata akan menyaksikan kedatanganNya yang kedua (Kisah 1:11). Berarti kedatangan Tuhan mengambil sikap yang sama ketika terangkat yaitu, dapat disaksikan oleh seluruh manusia. Dia tidak datang dengan sifat Allah yang Roh (Yohanes 4:24), tetapi dalam wujud insani yang dapat diindrai. “Lihatlah Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia” (Wahyu 1:7, Matius 24:30).

Pada kedatangan yang pertama Yesus datang sebagai Juruselamat (Lukas 2:11), Dia datang dengan penuh kelembutan sebagai gembala yang mencari domba-domba yang terhilang, sebagaimana manusia biasa Dia memiliki kelemahan phisik hanya tanpa kelemahan moral. Tidak ada yang memperhatikan kelahiranNya, kepadaNya tidak ada tempat di penginapan, seakan tidak ada dampak lahiriah yang terjadi. Tetapi, pada kedatangan yang kedua Dia datang dengan penuh kemuliaan, semua mata akan memandangNya, para malaikat menyertai Dia. Dia datang dalam awan kemuliaan, seluruh dunia akan memandang kemuliaan kedatanganNya. Kecepatan kedatanganNya dikatakan seperti kilat memancar dari sebelah timur ke barat demikianlah kedatangan Yesus Kristus. Zaman dahulu belum memahami kecepatan kilat sehingga itu menjadi misteri bagi mereka. Kecepatan cahaya ialah 300.000 km/detik, lingkar bumi kita 41.000 km. Kecepatan cahaya dalam satu detik telah mengelilingi bumi sampai tujuh kali. Inilah kecepatan kedatangan Tuhan kedua kali.

Kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan akan disaksikan oleh seluruh dunia dan ini merupakan puncak dari pernyataan Allah Tritunggal didalam Yesus Kristus (Matius 24:30, Daniel 7:13, Kisah 1:9, 11, Wahyu 1:7). Walaupun dikatakan oleh Firman Allah bahwa kedatanganNya didahului oleh tanda-tanda zaman sehingga orang-orang percaya telah bersiap-siap untuk menyongsong Dia. Tetapi sifat kedatanganNya sangat mendadak dan secara tiba-tiba, dalam kemuliaan bersama para malaikat 1 Korintus 15:51-52, 2 Tesalonika 1:7-10).

III. Maksud Kedatangan Yesus Kedua Kali.

Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali tidak terpisahkan dari karya Kristus diatas kayu salib. Apabila tidak ada doktrin kedatangan Yesus kedua kali maka iman Kristen menjadi hancur tanpa makna. Kedatangan Kristus yang kedua kali menyempurnakan dan menggenapkan semua kebenaran dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Maksud kedatangan Yesus kedua kali adalah:

1. Menggenapkan semua perjanjian karya penyelamatan kepada umatNya. Kedatangan Kristus kedua kali menggenapkan menaklukkan musuh yang terakhir yaitu maut dan dosa. Manusia mendapatkan kembali harta yang mulia yang pernah hilang, yaitu kemuliaan persekutuan yang bersifat kekal dengan Allah untuk selama-lamanya. Iblis musuh orang percaya ditaklukkan dan diakhiri peranannya. Tubuh manusia telah menang atas maut, dan maut tidak berkuasa atas tubuh orang percaya. Orang percaya mendapat tubuh yang baru, yaitu tubuh kebangkitan seperti tubuh Yesus Kristus yang terangkat ke sorga. Betapa mulianya kemuliaan pada waktu yang dinantikan, dan itulah hari Tuhan (1 Korintus 15:42-57, Filipi 3:19-20, Wahyu 12:7-11).

Kedatangan Tuhan kedua kali sangat berbeda sifatnya dengan kedatangan Tuhan yang pertama. Dia sekarang datang sebagai Hakim dan Raja untuk menggenapkan semua janji IllahiNya kepada semua orang percaya. Dia datang kedua kali juga akan menetapkan satu pemerintahan dibawah kedaulatanNya sebagai Raja diatas segala raja. Pemerintahan Kristus akan ditetapkan dan Dia akan memerintah bersama dengan orang percaya (2 Timotius 2:11-12, Wahyu 5:10, 20:4).

Kedatangan Kristus Yesus kali kedua menyelesaikan semua rencana penyelamatan sepanjang masa, semua janji Allah melalui kematian Yesus, semua musuh Allah yaitu iblis, kematian dan dosa, semua itu akan ditaklukan. Allah membangun sesuatu yang baru dimana semua maksud yang terdalam dari Allah akan diwujudkan (2 Petrus 3:10-14, Wahyu 22:1-15).

Tetapi harus diingat supaya kita tetap menempatkan kedatangan yang pertama dan kedua dalam suatu kaitan yang memadai. Karena kedatangan Tuhan yang kedua kali bukan lebih penting dan berarti dari kedatanganNya yang pertama. Kita boleh katakan bahwa kedatanganNya yang kedua sebagai wujud kemenangan dari apa yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus pada kedatanganNya yang pertama. KedatanganNya yang pertama telah memberi wujud kemenangan dalam iman kepada orang yang percaya. Tetapi pada kedatanganNya yang kedua kali ialah suatu proklamasi dimana kemuliaan kedatanganNya disaksikan oleh seluruh dunia.

Kedatangan Yesus kedua kali membuka selubung segala sesuatu yang masih tersembunyi selama ini. Kata “Apokalipsis” yang berarti menyingkapkan selubung yang menutup selama ini. Semua pernyataan iman serta janji pengharapan orang percaya dinyatakan secara terbuka kepada semua mahluk (Roma 8:18-19, 2 Tesalonika 1:7, 1 Petrus 1:7). Begitu pula kata “Epifanea” yang berarti satu penyataan atau manifestasi. Tuhan Yesus datang kedua kali sebagai satu penyataan terbuka. Dia datang seperti cahaya, tidak tersembunyi, dilihat oleh semua orang (2 Tesalonika 2:8, 1 Timotius 6:14, 2 Timotius 1:10, Titus 2:13).

2. Dia datang menjemput umatNya. Tuhan Yesus pernah berkata: “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ketempat Ku, supaya dimana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:3).

Tuhan Yesus bukan hanya menjemput orang percaya yang hidup pada saat kedatanganNya tetapi termasuk juga orang percaya yang telah meninggal sepanjang masa, mereka akan bersama-sama orang percaya yang hidup menghadap Tuhan Yesus diawan-awan. Ketika Yesus mati maka Dia telah menebus segenap tubuh, jiwa dan roh manusia. Oleh karena itu keseluruhan semua unsur manusia telah diselamatkan. Keselamatan bukan hanya jiwa dan roh manusia tetapi juga tubuhnya. Tetapi tubuh yang darah daging, tidak boleh mewarisi kerajaan sorga, sebab itu tubuh manusia harus mendapat tubuh kemuliaan terlebih dahulu (1 Korintus 15:50, Roma 8:23).

Caranya, pada saat kedatangan Yesus kedua kali maka orang-orang mati yang percaya kepada Tuhan sepanjang zaman akan dibangkitkan terlebih dahulu kemudian kita yang tertinggal yang hidup sampai Tuhan datang akan mengalami pengubahan tubuh dari tubuh yang fana menjadi tubuh yang kekal, tubuh orang percaya menjadi serupa dengan tubuh kemuliaanNya. Dengan tubuh yang baru inilah semua orang percaya bersama yang dibangkitkan akan berjumpa dengan Dia diawan-awan (Filipi 3:19-20. 1 Korintus 15:50-54, 1 Tesalonika 4:13-18, Yohanes 11:25).

Pada kebangkitan yang pertama ini hanya khusus bagi mereka yang mati dalam iman, inilah yang dikatakan “Kebangkitan Pertama”. Sedangkan mereka yang menolak Dia tidak dibangkitkan pada saat itu. Kebangkitan orang-orang tidak percaya nanti terjadi setelah “Kerajaan Seribu Tahun Damai”. Mereka akan masuk ke pehukuman selama-lamanya, dan inilah yang dikatakan “Kematian Kedua” (Wahyu 20:5-6, Wahyu 20:11-15).

3. Kedatangan Yang Kedua Untuk Menghakimi Semua Orang. Kedatangan Yesus yang kedua kali sebagai Hakim yang menghakimi semua orang, baik orang yang hidup maupun yang mati. Semua akan mendapat balasan sesuai dengan perbuatannya. Semua orang akan mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya dihadapan Yesus Kristus sebagai Hakim Yang Agung (Yudas 1:15, 1 Petrus 4:5, Ibrani 4:13). Tentu saja cara pehakiman sangat berbeda dengan pehakiman yang kita ketahui. Sebab, Tuhan Yesus adalah Maha Tahu (Omniscience), Dia telah mengetahui apa yang telah kita perbuat, Dia mengetahui sampai kedalaman isi hati manusia. Tiada yang tersembunyi bagiNya, semua harus memberi pertanggungan jawab 2 Timotius 4:1, Kisah 17:31).

Kedatangan Yesus untuk menghakimi itu diajarkan dengan jelas dalam Perjanjian Lama juga. Jadi ajaran tentang kedatanganNya untuk menghakimi bukan hanya menjadi ajaran Perjanjian Baru (Mazmur 110:5, Maleakhi 3:1-3). Selengkapnya bacalah ayat-ayat berikut tentang kedatanganNya yang kedua kali sebagai Hakim Yang Adil (Matius 16:27, Kisah 10:42, 1 Korintus 4:5, Roma 2:3-16).

4. KedatanganNya kedua Kali Membangkitkan Orang Mati. Pada saat kedatanganNya kedua kali, maka akan terjadi bahwa semua orang benar dari seluruh zaman akan dibangkitkan Tuhan. Orang-orang yang lagi hidup tidak mendahului orang yang mati dalam menghadap kepada Tuhan. Karena pada saat Yesus Kristus datang kembali maka orang-orang mati didalam Dia akan lebih dahulu bangkit dengan tubuh kebangkitan kemudian barulah orang percaya yang masih hidup mendapat tubuh kebangkitan dan bersama-sama menghadap Tuhan diawan-awan (1 Tesalonika 4:13-18, 1 Korintus 15:51-52). Orang percaya harus mendapat tubuh kebangkitan yaitu satu jenis tubuh yang akan mewarisi Kerajaan Sorga. Firman Allah berkata bahwa daging dan darah tiak akan mewarisi Kerajaan Sorga, bahwa yang akan binasa tidak dapat mewarisi yang tidak akan binasa. Jadi tubuh ini memang harus diganti dengan tubuh yang bersifat kekal. Yesus Kristus sendiri yang akan mengubah tubuh orang percaya menjadi serupa dengan tubuhNya yang penuh kemuliaan (Filipi 3:20-21).

5. KedatanganNya Untuk Menetapkan Pemerintahan Orang Percaya. Kedatangan Yesus kedua kali juga akan menetapkan KerajaanNya di muka bumi. Dia akan memerintah sebagai Raja dan orang-orang percaya akan ikut memerintah bersama-sama dengan Dia. Ada tiga jabatan Tuhan Yesus yang ketiganya harus digenapi. Yesus sebagai Raja dihati yaitu sebagai Raja Damai yang oleh iman telah kita kecapi selama menjadi orang percaya. Tetapi kedatangaNya kedua kali akan menetapkan kerajaan dimana Dia akan memerintah sebagai Raja di bumi bersama orang percaya, selama seribu tahun (Wahyu 20:4, 2 Timotius 2:12). Orang-orang yang mati didalam Dia akan dibangkitkan terlebih dahulu dan bersama-sama orang percaya yang masih hidup dengan tubuh kemuliaan terangkat keangkasa bertemu dengan Penganten Lelaki, kemudian akan turun ke bumi dan memerintah sebagai Raja bersama-sama dengan seluruh orang percaya 1000 tahun lamanya (Millenium), Wahyu 20:1-4, Wahyu 11:15.

IV. Waktu Kedatangan Tuhan kedua Kali.

Tuhan Yesus pernah berkata bahwa tentang waktu dan jam kedatanganNya, tidak seorangpun dapat mengetahui Malaikat dan Tuhan Yesus sekalipun, hanya Bapa di Surga yang mengetahuinya (Matius 24:36).

Memang pada zaman rasul mereka terlalu mengharapkan Yesus Kristus segera kembali pada masa generasi zaman rasul. Bahkan, ada yang terlalu berharap tentang kedatanganNya segera akan terjadi. Sehingga keluarlah ajaran tentang waktu kedatangan. Yesus Kristus datang kedua kali harus terjadi setelah manusia durhaka (antikris) itu dinyatakan waktunya. Hal itu ditegaskan oleh rasul Paulus menghadapi begitu banyaknya ajaran tentang Yesus Kristus segera datang pada masa generasi pertama itu (2 Tesalonika 2:1-8).

Yesus berkata, bahwa Injil Kerajaan itu harus mencapai seluruh dunia sebagai satu kesaksian kepada seluruh bangsa barulah tiba hari itu. Seluruh dunia harus diberi kesempatan untuk mendengar Injil Keselamatan dan mendapat kesempatan untuk menerima atau menolak Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat (Matius 24:14). Dewasa ini, belum seluruh dunia atau segenap bangsa-bangsa memperoleh kesempatan untuk mendengar kesaksian tentang Yesus Kristus. Pemberitaan Injil harus mengglobal, harus mencapai setiap bangsa, suku dan bahasa barulah tiba waktu itu.

Dalam Kisah 3:21, bahwa Dia belum boleh datang kembali ke bumi sampai segala sesuatu dipulihkan. Semua kebenaran Alkitab yang pernah terjadi bukanlah cerita dongeng yang tidak wajib dipercaya, semua kebenaran Alkitab, kemuliaan gereja mula-mula, karunia-karunia Roh Kudus dan semua janji-janji Firman Allah bahkan semua nubuatan harus digenapkan, barulah tiba hari itu. Diantaranya, Israel sebagai satu bangsa akan dikembalikan Tuhan terlebih dahulu ke Tanah Perjanjian, Allah akan kumpulkan mereka dari segenap muka bumi untuk kembali ke Yerusalem barulah tiba hari yang mulia itu (Yeremia 32:37, Yehezkiel 11:17, Zefanya 3:19). Sebagai satu negara mereka telah berdiri kembali pada tahun 1948, tetapi sebagian besar bangsa ini masih tersebar di seluruh muka bumi. Mereka harus dikembalikan Tuhan ke tanah airnya kembali sebelum hari mulia yaitu kedatangan Kristus sebagai Hakim dan Raja.

Alkitab berkata bahwa sifat kedatangan Tuhan kedua kali seperti pencuri kepada mereka yang tidak berjaga-jaga, sehingga mereka akan terjerat. Tetapi bagi orang percaya yang tidak tidur dalam arti berjaga-jaga dihisabkan seperti orang yang hidup dalam siang hari. Hari kedatangan yang mendadak sifatnya (seperti kilat), tidak membuat orang percaya kecurian. Karena itu dianjurkan supaya orang percaya selalu bersifat aktif dan tetap giat dalam pekerjaan Tuhan. Kita harus berjaga-jaga, entah kapan waktunya selalu kedapatan seperti orang yang hidup pada siang hari (Matius 24:43-44, 1 Tesalonika 5:1-9).

Kita harus percaya kata Yesus bahwa waktu dan jam kedatangan kedua kali tidak ada seorangpun dapat mengetahui dengan pasti, sesuai dengan pernyataan Tuhan Yesus (Matius 24:36). Kita harus mengingat bahwa Tuhan Yesus menjawab itu dalam kapasitas sebagai manusia sejati. Walaupun sebagai Tuhan, Yesus Kristus tahu tepat waktunya. Dia sedang mengajar manusia untuk kesiapan menanti kedatanganNya yang kedua kali.

Gereja harus menanggapi kedatangan Yesus kedua kali melalui tanda-tanda yang diberikan Firman Allah. Tanda-tanda kedatanganNya diantaranya sebagai berikut:

1. Kembalinya Israel ke Yerusalem. Tersebarnya Israel ke seluruh dunia pada saat Titus menghancurkan Bait Yerusalem. Penolakan Israel adalah kemurahan bagi seluruh bangsa-bangsa. Tetapi, Firman Allah dengan jelas akan memberikan kesempatan kembali kepada bangsa Israel untuk anugerah keselamatan itu. Maksud utama kembalinya seluruh bangsa Israel dari seluruh dunia ialah untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Kerinduan ini akan mendorong mereka untuk kembali ke Israel berkumpul. Mereka akan diberi kesempatan sekali lagi di tanah perjanjian untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Walaupun semangat berkumpul dari seluruh dunia ada hubungan dengan pembangunan kembali Bait Yerusalem, tetapi Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk mereka, sekarang mereka telah membangun satu negara (1948), tetapi mereka belum menerima Yesus sebagai Messias, dan sebagian besar bangsa ini masih tersebar di seluruh dunia. Mereka harus kembali berkumpul menjadi suatu tanda sebelum hari kedatangan Yesus kedua kali (Yeremia 32:37, Yehezkiel 11:17, Zefanya 3:19). Israel telah membangun suatu negara yang merdeka tanggal 14 Mei 1948, Firman Allah mengatakan bahwa apabila hal itu telah terjadi sebagai pertanda bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu (Matius 24:32-33). Berdirinya Israel sebagai satu negara dan selanjutnya akan menampung kembali seluruh Israel dari seluruh penjuru dunia sebagai satu tanda tentang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali.

2. Pertumbuhan Pekabaran Injil Yang Dahsyat. Injil Kerajaan itu harus sampai kepada segenap bangsa, suku dan bahasa di seluruh dunia barulah tiba kesudahan itu. Suatu tanda zaman diambang pintu kedatangan Yesus Kristus, ialah terjadinya kelaparan rohani yang dahsyat di seluruh dunia. Sehingga menghasilkan pertobatan besar-besaran, banyak bangsa akan datang sujud menyembah kepada Tuhan. Gereja akan panen dengan jiwa-jiwa baru. Pekerjaan kegerakan besar di akhir zaman dilambangkan dengan seekor kuda putih dengan penunggang yang memegang sebuah panah dengan mahkota dan ia maju sebagai pemenang terus menerus. Melambangkan kegerakan dan kebangunan rohani yang besar dan membawa kemenangan jiwa besar-besaran (Wahyu 6:1-2, Amos 8:11-12).

Roh Kudus akan dicurahkan dua kali ganda dan gereja Tuhan melimpah dengan kuasa Allah. Kemuliaan hadirat Allah menyertai penginjilan gereja Tuhan (Yoel 2:23-26, 2:28-29). Gereja menjadi kaya dengan Firman Allah, melimpah dengan urapan yang baru. Semua yang terjadi pada gereja mula-mula, dimana begitu banyak yang menerima Kristus sebagai Tuhan karena melihat kuasa mujizat yang melimpah menyertai Gereja Tuhan (Yesaya 62:1-2).

3. Keadaan Yang Sukar, Kasih Menjadi Tawar, Orang Akan Murtad. Diambang kedatangan Yesus kedua kali akan terjadi suatu masa yang sukar, semua akan mementingkan diri sendiri sehingga kehancuran kehidupan sosial dalam masyarakat, keadaan beragama hanya disimbolkan secara lahiriah tidak pernah menyentuh hakekat kehidupan. Kasih orang banyak akan menjadi tawar, sifat keduniawian masyarakat akhir zaman masuk kedalam gereja. Tidak ada lagi kasih sebagai pengikat sesama orang percaya. Masing-masing berjalan dijalannya sendiri-sendiri. Ketidak taatan akan Firman Allah melanda gereja Tuhan (2 Timotius 3:1-5). Banyak orang percaya akan gugur dari iman sebab pengaruh kehidupan lahiriah, manusia akan mengasihi diri sendiri dan mengasihi apa yang ada didalam dunia ini, keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup (1 Yohanes 2:15-17). Bahkan dikatakan begitu banyak akan murtad meninggalkan Yesus sebagai ciri akhir zaman (1 Timotius 4:1, 2 Tesalonika 2:3).

Memang kelihatannya bertentangan dengan tanda sebelumnya, bahwa sebelum hari itu akan terjadi kegerakan besar penginjilan yang bersifat global. Tanda kemerosotan iman bagi orang percaya juga menjadi tanda kedatangan Tuhan kedua kali. Bahkan dikatakan kalau waktunya tidak dipersingkat akan sangat sukar orang diselamatkan. Tetapi karena orang-orang pilihan maka waktu itu dipersingkat. Rupanya, orang-orang yang setia dan menyucikan diri dan sungguh-sungguh berbakti kepada Dia menjadi penyebab bahwa Tuhan akan mempersingkat waktu itu. Kita dapat membayangkan betapa dahsyatnya kejahatan dan kemurkaan iblis diambang kedatangan Tuhan kedua kali. Begitu pula ada ayat yang menulis bahwa orang kudus akan bertambah kudus dan orang-orang cemar semakin cemar (Wahyu 22:11, 2 Petrus 3:9-11, Matius 24:22).

4. Ajaran Sesat dan Nabi-Nabi Palsu. Gereja harus bertumbuh menjadi dewasa untuk mencapai kesatuan iman dan mengalami kepenuhan Kristus supaya tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran oleh permainan palsu manusia, kelicikan yang menyesatkan (Efesus 4:13-14). “Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu terakhir begitu banyak yang murtad karena mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (1 Timotius 4:1). Pengajar-pengajar sesat akan gentayangan kesana kemari untuk berusaha membawa sebanyak-banyaknya orang tersesat melalui ajaran setan-setan (Matius 24:23-24).

Sebelum kedatanganNya gereja harus membentengi diri dengan ajaran yang benar, menjadi dewasa sehingga mampu mendeteksi suatu ajaran yang ternyata berakhir dengan kesesatan. Begitu banyak ajaran yang tidak sehat menjamur dewasa ini dan gereja harus waspada. Begitu pula kecenderungan mendengar ajaran yang sesat ini mendorong mereka mempersiapkan guru-guru yang sesuai dengan kehendak mereka, supaya dapat memuaskan hawa nafsu (2 Timotius 4:3, 2 Petrus 2:1-3). Begitu banyak kesesatan telah meracuni ajaran yang sehat. Kesemuanya bermaksud mangantar orang-orang percaya menjadi pengikut iblis.

5. Manifestasi antikris. Antikris berarti “Pelawan Kristus”, dia adalah seorang pengikut Kristus yang murtad dan menjadi pelawan Kristus. Setan memakai seorang manusia untuk berkuasa diatas muka bumi dan menganiaya semua orang percaya untuk murtad dan menyembah dia sebagai tuhan. Satu masa sebelum Tuhan Yesus datang kedua kali diperuntukkan bagi dia dan setelah masa itu Tuhan Yesus datang mengakhiri pemerintahannya dan dilanjutkan dengan Pemerintahan Yesus Kristus sebagai Raja, yang memerintah bersama orang percaya selama 1000 tahun (2 Tesalonika 2:1-8, Wahyu 12:14, Wahyu 20:1-5). Tentang antikris dan masa berkuasanya diuraikan khusus dibagian berikut.

V. Masa Aniaya Orang Percaya.

Di Alkitab tentang masa aniaya orang percaya (Tribulasi) menunjuk pada tiga pengertian yaitu: Pertama: Bahwa gereja Tuhan tidak akan luput dari aniaya sepanjang zaman. Kalau dunia membenci orang percaya karena memang orang percaya bukan berasal dari dunia ini. Sama seperti Yesus Kristus bukan berasal dari dunia demikian juga orang percaya. Tuhan akan meluputkan orang percaya karena Dia selalu menyertai gerejaNya sepanjang zaman gereja (Yohanes 16:32-33, Yohanes 17:16). Kedua: Pengertian akan datang penganiayaan besar akan menimpa orang percaya. Dunia akan dibawah kekuasaan antikris dan menganiaya semua orang percaya supaya menolak Yesus sebagai Tuhan. Orang percaya akan dianiaya untuk dapat murtad supaya menyembah dia bahkan banyak yang akan mengalami penganiayaan dalam mempertahankan Nama Kristus, mereka akan mati syahid dimasa tribulasi (Wahyu 3:10, 1 Tes.5:9, Wah.6:12-17). Kalau ada masa aniaya akan dialami oleh orang percaya dan mengalami puncak selama satu masa dan dua masa dan setengah masa atau 3,5 tahun. Tuhan berjanji akan melindungi orang percaya (Gerika: “Ek” atau “out of”) dari pencobaan berat yang akan menimpa seluruh dunia. Antikris atau si naga yang menjadi penguasa pada masa tribulasi tidak dapat menganiaya orang percaya yang benar karena perlindungan Tuhan. Dikatakan bahwa gereja Tuhan akan diterbangkan dengan dua sayap burung nasar untuk dilindungi oleh Tuhan selama 3,5 tahun (Wahyu 12:14). Ketiga: Dari nubuatan 70 minggu untuk Israel bahwa 69 minggu telah digenapkan sampai kepada Yesus Sang Messias diurapi pada usia 30 tahun. Kemudian satu minggu yang terakhir merupakan minggu penganiayaan atas Israel setelah sang raja penguasa tribulasi menghentikan korban di Bait Allah (Dan.9:25-27). Perjanjian itu menjadi berat dan sejak itu terjadi penganiayaan atas Israel. Karena itu menurut paham ini sebelum antikris berkuasa dan menganiaya bangsa Israel maka mereka percaya bahwa Bait Allah Yerusalem harus dibangun kembali.

Ketiga pandangan tentang masa aniaya diatas jelas berbeda satu dengan yang lain. Melalui nubuatan Daniel khusus untuk bangsa Israel bahwa minggu yang ke tujuh puluh adalah satu kesempatan terakhir yang Allah berikan bagi bangsa ini untuk memulihkan segala sesuatu. Kita harus ingat bahwa bangsa Israel sampai hari ini secara bangsa tetap masih memegang Taurat Musa dan tetap menolak Yesus Kristus sebagai Messias. Itulah sebabnya mereka yakin tentang pembangunan Bait Allah harus segera dimulaikan. Sedangkan minggu ke 70 khusus untuk bangsa Israel, kami juga percaya bahwa setelah jaman bangsa-bangsa berakhir maka rencana Allah akan kembali kepada Israel (Roma 11:25-26). Kalau minggu terakhir (ke 70) bagi keyakinan Israel diperuntukkan untuk pemulihan mereka yaitu pembangunan Bait Allah dan dimulainya lagi ibadah didalamnya sesuai keyakinan mereka, itu berarti suatu pengungkapan misteri bahwa Israel akan menerima Yesus sebagi Messias sehingga Bait Allah yang akan dibangun pasti menjadi Bait Allah dihadapan Allah. Perhatikan nubuatan bahwa Allah akan mengumpulkan mereka kembali dan memberi mereka hati yang lain dan roh yang baru didalam bathin mereka dan mereka akan hidup taat. Satu nubuatan tentang pertobatan bangsa Israel di minggu terakhir, mereka berkesempatan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Messias (Yeh.11:17-19, Rom.11:25-26).

1. Pengungkapan misteri minggu ke 70. Daniel 9:27. Banyak penafsir langsung menempatkan bahwa raja itu adalah si antikris sehingga mereka mengajarkan bahwa masa antikris adalah 7 tahun sesuai dengan minggu terakhir dalam minggu ke 70. Karena itu bagi penafsir yang percaya masa antikris ialah 7 tahun, percaya bahwa Bait Allah di Yerusalem harus dibangun kembali. Sebab ditengah minggu si antikris akan membuat perjanjian akan menjadi berat dengan mengehentikan korban sembelihan di Bait Allah. Disinilah penyebabnya, mereka menafsir tentang kuda putih dan penunggangnya dalam Wahyu 6:2, bahwa itu adalah antikris dengan segala kemenangannya. Karena sebelum antikris menghentikan korban sembelihan di Bait Allah dan akan duduk didalmnya untuk minta disembah sebagai Tuhan dan menguasai dunia, maka dia harus memperoleh kemenangan terus untuk membangun pemerintahan dunia dan disembah sebagai Allah (Wahyu 6:1-17, 2 Tes.2:1-8).

– Mereka menafsir bahwa raja itu adalah si antikris yang akan berperan penuh selama satu kali 7 masa atau 7 tahun, itulah sebabnya mereka langsung membangun ajaran sesuai dengan nubuatan Daniel 9:27, bahwa masa antikris selama 7 tahun yaitu penggenapan minggu ke 70.

– Sesuai dengan penafsiran tentang nubuatan, maka bagi tafsiran ini Bait Allah Yerusalem harus dibangun, karena antikris akan menghentikan korban di pertengahan minggu (setelah 3,5 tahun), kemudian dia akan duduk di Bait Allah tersebut dan memerintah dunia serta minta disembah sebagai Allah (2 Tes. 2:1-7).

– Sebelum antikris duduk di Bait Allah dan minta disembah sebagai Allah, dia harus mendapatkan kemenangan. Karena itu tafsiran tentang Kuda Putih dalam Wahyu 6:2, bahwa Kuda Putih tersebut adalah antikris.

Kelemahan tafsiran tentang masa aniaya adalah 7 tahun yaitu penempatan langsung minggu ke 70 di penghujung zaman sebelum kedatangan Yesus kedua kali, sebagai berikut.

Pertama: Mereka menafsir bahwa raja itu dalam ayat 27 adalah oknum antikris. Kata “Raja Itu” mestinya ada hubungan dengan ayat-ayat sebelumnya (baca Dan.9:25-27). Dengan menafsir Raja Itu adalah oknum antikris maka ayat 27 menjadi berdiri sendiri terpisah dari ayat-ayat sebelumnya. Sedangkan Daniel 9:25-27 ialah nubuatan 70 minggu merupakan satu kesatuan yang saling menggenapkan. Dengan menafsir bahwa raja itu adalah antikris telah meninggalkan kontekstual dari nubuatan itu sendiri.

Kedua: Nubuatan masa aniaya tujuh tahun telah memaksakan suatu kebenaran yang keliru dengan akan dibangunnya Bait Allah dimana sebentar perjanjian akan menjadi berat sebab antikris akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan. Itu berarti, bahwa tafsiran ini masih percaya bahwa kebenaran taurat tentang penyembelihan binatang sebagai pokok ibadah masih berlaku kepada bangsa ini. Sedangkan penghancuran Bait Allah oleh Titus telah dinubuatkan oleh Yesus untuk menghentikan semua korban sembelihan binatang. Setelah kematian Kristus Yesus sebagai Anak Domba Allah, maka Allah membenci semua korban sembelihan. Kebenaran Taurat tidak ada lagi, semua telah digenapkan didalam Tuhan Yesus Kristus (Yoh.1:29, Ibr.9:13-14, 10:1, 4).

Ketiga: Penafsir masa aniaya 7 tahun tidak menempatkan peranan Yesus sebagai Juruselamat dalam tafsiran 70 minggu, sebab memisahkan ayat 27 dan ayat-ayat sebelumnya. Karena penjelasan karya Kristus untuk menghentikan korban-korban sembelihan dan menggenapkan Taurat justru terletak pada ayat 27 tersebut. “Raja itu membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali 7 masa. Pada pertengahan 7 masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan…”. Secara hurufiah tafsiran masa aniaya 7 tahun begitu jelas dapat diterima. Tetapi tafsiran 7 tahun tribulasi banyak meninggalkan hakekat kebenaran terutama tidak menempatkan peranan karya Kristus dan kebenaranNya sebagai pokok nubuatan. Diantaranya masih menempatkan Taurat sebagai kebenaran Israel.

Pandangan kedua: Daniel 9:27, bahwa Raja Itu, keterangan ayat 25, menunjuk pada Yesus Kristus (Yang Diurapi). Membuat perjanjian menjadi berat bagi semua orang yaitu ketika Yesus menunjuk diriNya sebagai Messias dan sebagai Allah sangat melukai keyakinan kepercayaan agama Yahudi yang “Monotheisme”. Yesus Kristus sebagai Messias dan memproklamasikan misiNya membuat bangsa Israel sangat tersinggung. Hal-hal yang memberatkan Israel menerima misi Yesus adalah:

– Dia menyatakan diriNya sebagai Tuhan dan menghancurkan theologi Israel yang monotheisme, yaitu kepercayaan kepada Allah yang esa. Konsep Allah yang Tritunggal belum dipahami pada waktu itu. Pengakuan Yesus sebagai Tuhan dan Messias, dianggap telah menghujat Allah. Itulah sebabnya, misi Yesus sebagai Juruselamat ditolak bangsa ini (Yoh.12:45, 14:9). Pengakuan Yesus Kristus sebagai Messias dan Tuhan dianggap sebagai menghujat Allah (Imamat 24:16). Karena itu Yesus Kristus ditolak dan harus dihukum mati. Benarlah nubuatan Firman Allah, pengungkapan misi Yesus sebagai perjanjian yang baru tidak menyenangkan orang banyak. Yesus Kristus harus ditolak dan dihukum mati. Kematian Yesus Kristus sebagai Domba Allah terjadi setelah Dia melayani 3,5 tahun lamanya. Dia mati ditengah minggu untuk menghentikan korban sembelihan dan santapan sebab Dia sebagai penggenap semua sistem korban dalam Taurat (Ibrani 9:11-14).

– Konsep Messias bagi Israel adalah datangnya seorang raja akan menetapkan kembali tahta Daud dan sekaligus melepaskan dan membebaskan Israel dari penindasan dan pendudukan kerajaan Romawi. Sejak penghancuran dan pembuangan Israel ke Babel oleh Raja Nebukadnezar (tahun 606 SM), maka bangsa ini silih berganti dijajah oleh raja-raja asing. Mereka merindukan satu Messias untuk membebaskan dan menjadikan Israel kembali menjadi kerajaan besar berdaulat ditakuti negeri sekitar seperti pada zaman Raja Daud.

Ketika Yesus memproklamasikan diri sebagai Messias dan Juruselamat dalam arti rohani maka bangsa ini kecewa. Bahkan menuduh Dia menghujat Allah. Murid-murid Yesus sekalipun sebelum hari kepenuhan Roh Kudus dalam hati sanubari menganggap bahwa Yesus Kristus sebagai Messias penerus tahta Daud. Ketika Yesus hendak terangkat ke surga, mereka dengan diam-diam bertanya-tanya, “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul disitu: “Tuhan maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kisah 1:6). Israel telah salah kaprah tentang arti Messias yang sebenarnya. Messias diartikan secara lahiriah, sebagai Juruselamat kerajaan dan bangsa Israel lahiriah. Dia telah dibuang, namun telah menjadi Batu Penjuru (1 Petr. 2:6-7).

– Setelah penolakan Israel kepada Yesus sebagai Messias, Israel masih terus mempersembahkan korban sembelihan di Bait Allah. Walaupun ketika Yesus mati sebagai Messias bahwa tirai Bait Allah yang memisahkan ruangan maha kudus tercabik dari atas ke bawah yang berarti bahwa semua telah genap didalam Yesus Kristus dan Allah tidak berkenan lagi akan korban-korban sembelihan dan santapan (Matius 27:51, Keluaran 26:31-33).

Karena itu pelayanan Yesus selama 3,5 tahun yang berakhir pada pertengahan 7 tahun, adalah penggenapan 1/2 minggu dari minggu yang ke 70 (minggu terakhir). Pekerjaan Yesus sebagai Messiaslah yang menghentikan semua korban sembelihan dan santapan di tengah minggu. Yesus setelah melayani 3,5 tahun maka Dia mati untuk menggenapkan Taurat dan menghentikan semua korban sembelihan dan santapan. Dia datang untuk menggenapkan hukum Taurat (Yoh.1:29, Ibr.9:11-14, Dan.9:27).

Selanjutnya, “Diatas sayap kekejian akan datang yang membinasakan” mempunyai arti pengertian ganda. “Diatas sayap kekejian” dalam bahasa Inggris “The overspreading of abominations (KJV)” Overspread (Ibr.Kanaph), berarti ujung dari satu bentangan, “A wing of bird” suatu bentangan atau jangkauan, seperti sayap burung yang mempunyai ujung jangkauan.

Setelah kematian Kristus dan tirai yang memisahkan tempat maha kudus telah tercabik, tetapi Israel terus melanjutkan ibadah Taurat dan penyembelihan binatang yang menerbitkan kemurkaan Allah, berjalan terus. Allah mensifatkan hal tersebut sebagai sayap kekejian. Atau bentangan waktu yang menerbitkan kekejian Allah. Pelaksanaan penyembelihan berjalan terus selama 40 tahun mengundang kemurkaan Allah dan akhirnya Allah mengutus jenderal Titus panglima Romawi datang membinasakan Yerusalem dan Bait Allah didalamnya.

Walaupun Bait Allah telah dihancurkan dan Israel tersebar keseluruh bumi tetapi mereka tetap menolak Yesus sebagai Messias. Bahkan sampai hari ini mereka masih merindukan untuk membangun Bait Allah itu kembali dan melanjutkan ibadah berupa penyembelihan binatang. Secara lahiriah mereka tidak lakukan itu, tetapi didalam hati mereka masih memegang teguh aturan Taurat dan merindukan bait Allah dibangun, kemudian mengadakan penyembelihan seperti dahulu. Selama mereka menolak Yesus sebagai Messias dan berpegang pada aturan Taurat.

2. Antikris berkuasa selama 3,5 tahun. Raja itu ialah Tuhan Yesus Kristus yang telah menghentikan korban sembelihan ditengah minggu. Pelayanan Yesus Kristus selama 3,5 tahun di bumi sudah menggenapkan setengah dari satu minggu terakhir. Diikuti oleh satu bentangan waktu “Diatas sayap kekejian” atau “The overspreading of abominations”, akan datang yang membinasakan. Pengertian melalui satu bentangan waktu akan datang yang membinasakan digenapkan dalam rangkap dua.

– Bentangan 40 tahun, datanglah jenderal Titus dari Romawi menghukum Israel dengan menghancurkan dan membinasakan kota itu dan Bait Allah didalamnya. Selama 40 tahun Israel tetap mengadakan penyembelihan dan pengorbanan darah. Mereka tidak mengindahkan Darah Kristus sebagai korban pendamai manusia dengan Allah yang telah menggenapkan Taurat. Pengorbanan darah binatang di Bait Allah Yerusalem selama 40 tahun adalah kekejian dihadapan Allah (Yesaya 66:3-4).

Jenderal Titus bukanlah antikris atau si pembinasa yang akan menguasai dunia tetapi dia adalah bayangan antikris yang akan datang sebagai pembinasa terbesar yang akan menganiaya orang-orang Kristen. Dia telah dipakai Tuhan untuk menggenapkan nubuatan sehingga Allah menghancurkan dan membinasakan Bait Yerusalem dan kota Yerusalem karena ibadah kekejian itu. Bayangkan bahwa Firman Allah berkata bahwa yang mereka sembah adalah dewa kejijikan dan Allah akan memberlakukan mereka dengan sewenang-wenang (Yesaya 66:3-4).

– Bentangan yang panjang sebagai zaman gereja. Setelah penggenapan 3,5 tahun pertama maka ada satu bentangan yang panjang yang masih berlaku sampai hari ini. Walaupun tidak ada lagi penyembelihan dan penumpahan darah binatang di Yerusalem karena Bait Yerusalem belum berdiri. Tetapi Israel sampai hari ini masih menolak Yesus sebagai Messias. Bahkan mereka masih merindu untuk membangun kembali Bait Yerusalem diatas fondasi bangunan yang lama. Hal itu mereka belum dapat lakukan sebab diatas fondasi bangunan yang lama telah berdiri dua buah bangunan suci umat muslim, yaitu masjid Al Aqsa dan Dome of the Rock.

“Overspreading of Abominations” masih berlaku bagi mereka. Benar tidak ada penumpahan darah binatang lagi, tetapi dalam hati mereka kerinduan untuk melakukan ibadah kekejian itu masih meluap-luap. Bahkan semangat inilah yang menjadi motivasi utama bangsa Israel untuk kembali ke tanah Palestina. Mereka merindu untuk kembali ke tanah perjanjian dengan semangat untuk mebangun kembali Bait Allah dan melakukan ibadah Taurat didalamnya. Tetapi, tentu saja Allah tidak mengijinkan hal itu dapat terjadi. Sebab Tuhan Allah yang telah menghancurkan Bait di Yerusalem tahun 70 M sebagai pehukuman atas kekerasan hati mereka. Tuhan Allah pula yang mengijinkan dibangunnya bangunan suci umat muslim diatas fondasi Bait Yerusalem, supaya mencegah pembangunan Bait Yerusalem. Bentangan yang panjang yang merupakan kebencian Allah atas Israel tetapi itu adalah anugerah keselamatan untuk bangsa-bangsa lain. Kita kenal sebagai zaman gereja. Keselamatan didalam Kasih karunia Kristus diproklamasikan untuk semua bangsa. (Roma 11:11)…”maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak. Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu”.

Jadi, setelah 3,5 tahun minggu ke 70 digenapkan melalui pelayanan Yesus maka ada satu bentangan atau gap yang memisahkan 3,5 tahun pertama dan 3,5 tahun kedua dan menggenapkan minggu ke 70, kemudian Yesus datang kedua kali untuk menutup zaman. Bentangan yang panjang atau gap diantara 3,5 tahun pertama dan 3,5 tahun yang terakhir telah diuraikan diatas itulah suatu masa Injil diberitakan kepada segenap bangsa dan apabila genap waktunya zaman bangsa-bangsa (zaman gereja), Allah akan beralih kembali kepada bangsa ini. Dalam Wahyu 11:3-6 bahwa ada dua saksi yang akan bersaksi selama 1260 hari kepada bangsa Israel. Melihat mujizat yang dikerjakan oleh kedua saksi itu, rupanya mereka adalah Musa dan Elia. Sebab mereka mempunyai kuasa menutup langit supaya tidak turun hujan dan menjadikan air menjadi darah (Kel.7:17-19, 1 Raj.17:1). Zaman gereja atau zaman bangsa-bangsa diakhiri dengan suatu waktu khusus untuk Israel (Rom.11:11-12, 25-26). Kedua saksi akan bersaksi selama 3,5 tahun kepada bangsa ini sebagai penutup minggu ke 70, sementara waktu yang sama kota Yerusalem dikuasai dan di injak-injak selama 3,5 tahun.

– Masa antikris selama 3,5 tahun, siapakah yang akan menginjak-injak kota Yerusalem dalam nubuatan Wahyu 11:2, dialah antikris yang menjadikan kota Yerusalem sebagai pusat pemerintahan sedunia. tetapi sasaran antikris melalui politik dan kekuatan ekonomi adalah untuk menghancurkan iman Kristen menjadikan semuanya murtad dan mengangkat dirinya sebagai Tuhan untuk disembah. Dikatakan bahwa dia akan duduk di Bait Allah dan minta disembah sebagai Allah. Penolakan penyembahan kepada dia diikuti oleh penganiayaan besar-besaran kepada orang Kristen yang ada pada waktu itu. Begitu banyak yang murtad tidak tahan oleh kesengsaraan akibat penganiayaan dan banyak yang menjadi sahid Kristus. (2 Tes. 1:2-8, Wah.6:7-11). Pemerintahan antikris berlaku selama 42 bulan atau satu masa dan dua masa dan setengah masa atau 3,5 tahun. Dialah atau antikris penggenap nubuatan bahwa diatas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, tetapi Tuhan Yesus akan mebinasakan sang pembinasa waktu Dia datang kedua kali (2 Tes.2:8, Wah.19:20). Kedatangan Yesus Kristus kedua kali akan menangkap dan langsung melemparkan antikris dan nabi-nabi palsu ke neraka api belerang yang kekal selamanya (Wah.19:20). Antikris akan berkuasa selama 3,5 tahun melengkapi 3,5 tahun pelayanan Yesus dan menggenapi minggu ke 70 nubuatan nabi Daniel 9:25-27, sebagai penutup zaman.

3. Sifat masa kesengsaraan (Tribulasi). Alkitab banyak berbicara tentang sifat masa kesengsaraan yang akan diakhiri dengan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Secara ringkas kita melihat beberapa aspek yang jelas dan menarik dari rahasia setengah minggu terakhir tersebut.

– Aspek politik. Pemerintahan di akhir zaman khususnya dalam masa aniaya 3,5 tahun tidak dapat dipisahkan dengan nubuatan Daniel 2:31-43: suatu penglihatan tentang zaman bangsa-bangsa mulai dari kepalanya yang emas simbol dari kerajaan Babilonia dan seterusnya sampai kerajaan Romawi yang dilambangkan dengan paha dari besi selanjutnya kaki yang terbuat campuran besi dan tanah liat simbol pemerintahan akhir zaman yang rapuh dan sebuah batu menghancurkan keseluruhannya. Batu itu adalah Kristus. Demikian pula penglihatan dengan maksa sama dalam Daniel 7:1-28, disimbolkan dengan keempat binatang tentang empat kerajaan yang akan memerintah dunia. Kerajaan terakhir disimbolkan sebagai seekor binatang bertanduk sepuluh. Hal yang sama dengan binatang didalam Wahyu 13:1-10, hanya disini kesepuluh tanduk itu telah dilengkapi dengan mahkota lambang telah memperoleh kuasa memerintah. Rupanya pada akhir zaman dan menjelang masa aniaya dunia akan masuk dalam sistem pemerintahan federasi, yang terdiri dari 10 kelompok pemerintahan bangsa-bangsa. Dimana ahirnya ke 10 kelompok pemerintahan bangsa-bangsa akan bersatu dibawah seorang penguasa yang otoriter yang sangat menghina Allah (Wahyu 13:5-6). Raja atau si antikris bukan hanya memerintah secara otoriter, tetapi akan menganiaya orang-orang Kristen, tidak mengijinkan mereka berjual beli kalau tidak menerima tandanya, bahkan ia minta disembah sebagai Allah. Iblis juga memulihkan kegagalannya di surga untuk menyamakan diri sama seperti Allah sehingga ia dicampakkan ketas muka bumi (Yesaya 14:13-14). Pemerintahan antikris (bangsa-bangsa) menduduki Yerusalem dan menginjak-injaknya menjadikan kota ini menjadi ibu kota pemerintahannya (Wahyu 11:2).

– Aspek Agama. Iblis melalui alatnya si raja itu, atau binatang itu (Wahyu 13:1-10, 17:1-18) ingin menyamakan diri dengan Allah. Karena itu ia akan duduk di Bait Allah untuk di sembah sebagai Allah. Jadi pemerintah dalam masa aniaya 3,5 tahun adalah pemerintahan keagamaan dimana bertujuan membawa dunia untuk menyembah kepada binatang itu. Antikris akan membawa seluruh isi dunia menyembah setan. Kepada antikris diberikan kuasa oleh setan untuk meneguhkan kekuasaannya selam 42 bulan. Dia akan berkuasa secara otoriter selama 42 bulan dengan penuh kesombongan akan menghujat Allah dan akan menganiaya orang percaya yang tidak mau menyembah dia (Wahyu 13:3-5). Dia juga akan memaksa semua yang didunia untuk menyembah binatang (si iblis), yang telah memberi kuasa kepadanya selama 42 bulan. Semua yang tidak mau menyembah patung binatang itu akan dibunuh. Tidak seorangpun dapat berjual beli terkecuali bila mereka mengingkari kepercayaan mereka dan menyembah patung itu (Wah.13:15-18). Dalam melaksanakan kuasanya disertai dengan kuasa dan mujizat-mujizat palsu (2 Tes.2:9-12). Membuat semua penghuni bumi akan terpesona dan mangagungkan dia serta menyembah dia, bahkan berteriak bahwa siapakah yang sama dengan binatang ini dan siapakah yang dapat berperang melawan dia ? (Wah.13:4-5). Pada masa pemerintahan antikris selama 3,5 tahun seluruh sistem agama yang ada sekarang harus ditinggalkan untuk beralih kepada agama tunggal, agama negara yang harus mengabdi dan menyembah kepada patung binatang atau si naga yang telah memberi kuasa yang besar kepada binatang atau antikris yang menguasai dunia pada waktu itu. Antikris mengikuti pola Yesus Kristus dimana segala kuasa dilimpahkan Allah kepadaNya tetapi akhirnya Yesus Kristus mempersembahkan semua kemuliaan kepada Allah Bapa (Mat.28:18, Kol.1:16-19). Ada perbedaan tafsiran tentang bahwa antikris akan duduk di Bait Allah dan minta disembah sebagai Allah dimana dia akan membuat perjanjian menjadi berat dan menghentikan korban sembelihan dan santapan di Bait Allah. Sehingga banyak penafsir mengartikan bahwa Bait Allah Yerusalem harus dibangun kembali. Sebab disitulah si antikris akan duduk untuk disembah sebagai Tuhan oleh seluruh dunia (2 Tes.2:2-8, Dan.9:27). 2 Tes.2:4. “…yaitu lawan yang meninggikan diri atas segala yang disebut atau disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah”. Kami percaya itu bukan Bait Allah fisik di Yerusalem yang dibangun kembali. Kata Gerika untuk Bait Allah dalam 2 Tes.2:4, “Naos”, yang berarti pusat (center) tempat suci. Kata itu juga dapat menunjuk kepada pribadi Yesus. Sedangkan tempat suci bahasa Gerika dipakai kata “Hieron”, kata ini menunjuk tempat (Mat.24:1, 12:5). Kata naos boleh berarti umum yang menunjuk suci dari suatu tempat. Antikris yang akan duduk di Bait Allah berarti akan duduk dalam gereja menguasai gereja dan dia harus disembah sebagai Tuhan. Inilah yang dimaksud dengan pelacur besar yang mabuk oleh darah orang-orang kudus dan saksi-saksi Yesus. Mereka adalah gereja yang tunduk dan menjadi penyembah antikris, mereka haus darah dan membunuh orang-orang kristen yang bertahan sebagai saksi Kristus (Wah.17:1-6). Antikris tidak akan duduk di Bait Allah Yerusalem karena Bait Allah tidak akan dibangun, tetapi ia akan menguasai gereja menjadi kepala gereja dan harus disembah oleh dunia. Dia menjadikan gereja sesat dilihat sebagai pelacur besar dan akan menganiaya orang Kristen yang bertahan dalam iman sejati, bila menolak mengikut dia akan dibunuh sebagai syahid Kristus (Wah.20:4).

– Aspek Israel. Keselamatan bangsa-bangsa karena penolakan Israel kepada Yesus Kristus sebagai Messias dan Juruselamat. Alkitab berkata bahwa zaman bangsa-bangsa untuk anugerah kasih karunia akan berakhir dan Allah akan kembali menoleh kepada umatNya Israel. Kita mengetahui bahwa tidak semua bangsa Israel menolak Yesus Kristus. Masih ada sisa yang setia dan menerima Yesus sebagai Messias sampai saat ini (Roma 11:1-5). Tetapi sebagai bangsa mereka masih menolak Yesus sebagai Messias. Terbukti bahwa sampai sekarang bangsa ini merindu untuk membangun kembali Bait Allah Yerusalem dan kembali beribadah didalamnya. Nubuatan 70 minggu adalah nubuatan rangkap yang sempurna. Bahkan nubuatan ini dikatakan oleh para ahli Alkitab sebagai nubuatan yang terbesar dan paling lengkap berisi berita, baik tentang Kristus sebagai Messias, Keselamatan bangsa-bangsa, Keselamatan Israel dan Kedatangan Yesus kedua kali. Namun secara fisik makna nubuatan ini khusus untuk bangsa Israel. Dan.9:24, bahwa ada 70 minggu ditetapkan untuk bangsa Israel dan atas kota yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan kekal, menggenapkan penglihatan nabi dan mengurapi Yang Maha Kudus. 69,5 minggu telah digenapkan dan ke enam kebenaran untuk ditetapkan kepada Israel sampai sekarang ini belum digenapi. Hal itu berarti 3,5 tahun yang sisa untuk menggenapi 70 minggu adalah waktu khusus untuk menggenapi segala sesuatu keatas bangsa Israel. Alkitab berkata bahwa kalau pelanggaran mereka menjadi kekayaan bangsa-bangsa, lebih-lebih lagi kesempurnaan mereka. Kedatangan Yesus kedua kali berhubungan erat dengan keaadan bangsa ini dan menjadi inti berita 70 minggu yaitu keselamatan Israel (Rom.11:11-12, Dan.9:24). Kerinduan yang fanatis untuk membangun kembali Bait Allah Yerusalem menjadi motivasi utama pulangnya bangsa ini ke tanah Israel. Mereka kembali masih dalam keadaan menolak Yesus sebagai Messias. Kedua saksi yang akan bersaksi selama 42 bulan (3,5 tahun), kami yakin ialah Musa dan Elia, sebab Alkitab menubuatkan bahwa mereka akan datang kembali ditengah bangsa Israel (Mal.4:4-6). Dalam Wahyu 11:3-6 kedua nabi atau saksi itu dapat menahan hujan untuk tidak turun dan mempunyai kuasa untuk mengubah air menjadi darah (Kel.7:17-19, 1 Raj.17:1). Kedua nabi tersebut mewakili Taurat dan Nabi sangat berwibawa keatas Israel. Kesaksian mereka tentang Kristus pasti akan membawa pertobatan besar-besaran. Melalui kesaksian mereka Israel akan menerima Kristus dan pada saat itulah penggenapan nubuatan 70 minggu, Yesus akan datang kedua kali (Wah.11:7, Mal.4:4-6).

– Aspek Ekonomi. Aspek ekonomi dalam periode masa sengsara menjadi satu kekuatan dipakai oleh sang penguasa untuk menunjang keagamaan. Semua akan masuk kedalam perserikatan dagang yang telah diatur. Mereka yang akan berdagang atau terlibat dalam kegiatan jual beli harus lebih dahulu menerima materai atau cap angka 666 (angka manusia). Hal itu berarti suatu pengakuan bukan hanya menerima dia sebagai penguasa dunia, tetapi harus menyembah dan menerima dia sebagai Tuhan (Wah.13:15-18, 14:8-11). Dan apabila mereka yang percaya kepada Kristus menerima tanda atau materai pada dahi atau tangan itu berarti bahwa mereka minum anggur murka Allah. Kerajaan antikris sangat mirip dengan kerajaan Romawi pada zaman kaisar-kaisar, diantaranya: Kaisar Augustus, Nero, Caligula, kesemuanya menganggap diri mereka sebagai Allah dan harus disembah oleh segenap rakyat diseluruh dunia. karena itu kerajaan antikris mendatang dianggap prototipe dengan kerajaan Romawi tempo dulu. Kerajaan Romawi gagal untuk menguasai dunia secara utuh, itulah sebabnya banyak penafsir menafsirkan bahwa satu dari kepala-kepalanya dari binatang itu seperti kena luka tapi sudah sembuh, bayangan bahwa kerajaan antikris yang akan datang ialah satu kelanjutan setan untuk menguasai dunia dan disembah sebagai Allah setelah kegagalan kerajaan Romawi waktu yang lalu (Wah.13:3). Seluruh dunia dalam satu sistem tatanan ekonomi yang diatuur oleh penguasa dunia (antikris). Aspek ekonomi menjadi kekuatan penunjang untuk mengiring seluruh dunia memuja dan menyembah dia sebagai Tuhan. Namun, sistem ini akan hancur dibinasakan oleh Yesus Kristus pada waktu kedatanganNya kedua kali (2 Tes.2:8, Wah.19:20-21).

4. Gereja Tuhan Disingkirkan. Zaman Gereja berakhir pada saat antikris menyatakan diri sebagai pelawan dari Kristus. Antikris akan memulai satu pemerintahan dunia yang menghujat Allah dan akan membunuh semua orang yang menolak menyembahnya. Namun, pemerintahan antikris belum dapat ditetapkan dan menguasai dunia apabila gereja yang penuh Roh Kudus masih nyata atau zaman gereja belum berakhir (2 Tes.2:5-8). Gereja Tuhan yang penuh Roh Kudus mempunyai kekuatan yang lebih besar dari antikris yang membawa kuasa setan. Gereja Tuhan yang penuh Roh Kudus harus disingkirkan lebih dahulu barulah setan dapat berkuasa melalui antikris selama 3,5 tahun (1 Yoh.4:4). Penyingkiran gereja bukan berarti untuk orang percaya penuh Roh Kudus supaya luput dari aniaya antikris, justru sebaliknya supaya antikris dapat menetapkan rencananya untuk menggenapkan rencana Allah dalam nubuatan 70 minggu. Sebab, adalah tidak mungkin apabila gereja yang penuh Roh Kudus masih ada dan nyata maka antikris bisa menetapkan pemerintahannya. Karena itu, gereja harus disingkirkan untuk memberi kesempatan berlakunya masa aniaya 3,5 tahun sebagai kegenapan nubuatan 70 minggu.

Beberapa ayat Firman Allah yang menubuatkan tentang penyingkiran gereja terdapat dalam Mat.24:40-41: berakhirnya zaman gereja bahwa ada dua orang yang di ladang dan dua perempuan di kilangan yang seorang akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Begitu pula tentang perumpamaan tentang 10 gadis yang 5 bijaksana dan 5 bodoh. kelima yang bijaksana dibawa pergi tetapi yang bodoh tertinggal. Contoh-contoh tadi mengungkapkan bahwa tidak semua orang percaya akan disingkirkan sebab yang lain akan mengalami masa aniaya dibawah pemerintahan antikris. Siapakah mereka yang disingkirkan, yaitu mereka yang menjadikan hidupnya milik Kristus, tubuh mereka menjadi Bait Allah yang hidup tempat kediaman Roh Kudus, mereka penuh dengan buah-buah kebenaran dan memuliakan Allah (Mat.25:4, 1 Tes.5:5-10, Fil.1:9-11, Efesus 6:10-18).

Selebihnya bagi mereka yang tidak berjaga-jaga, tidak memelihara pekerjaan Roh Kudus, tidak menjadikan tubuhnya Bait Roh Kudus, kasih Kristus menjadi tawar, hidup dalam kehendak daging, yang murtad, mereka semua tidak terhisab untuk mengalami penyingkiran. Mereka orang percaya yang akan mengalami masa kesulitan dibawah pemerintahan antikris. Sering kita katakan bahwa mereka kecurian dan dari sinilah lahir ajaran tentang Yesus datang sebagai pencuri (1 Tes.5:1-3, Mat.24:40-41, 2 Pet.3:10, Wah.16:15). Ajaran tentang Yesus datang sebagai pencuri adalah ajaran supaya mengingatkan kita untuk berjaga-jaga seperti orang yang hidup pada siang hari . Sebab tidak seorangpun yang diberitahukan tentang waktu dan hari kedatanganNya. Benarlah bahwa Dia akan datang secara mendadak. Tetapi orang yang berjaga-jaga, kapanpun Dia datang maka dengan iman orang percaya selalu bersiap sedia (1 Tes.5:5-10).

– Disingkirkan dalam tubuh, daging dan darah. Ajaran tentang masa aniaya selama 7 tahun mengajarkan bahwa ditengah minggu akan terjadi pengangkatan (Rapture), dan telah memperoleh tubuh kemuliaan (Kebangkitan) seperti Tubuh Yesus Kristus sewaktu terangkat. Gereja disingkirkan masih dalam tubuh daging dan darah. Tubuh yang sempurna yaitu tubuh, jiwa dan roh yang telah dipulihkan sebagaimana keadaan tubuh, jiwa dan roh Adam sebelum kejatuhan. Penyingkiran atau raibnya gereja sama dengan keadaan ketika Filipus diraibkan Allah. Roh Kudus meraibkan Filipus dan sida-sida tidak melihatnya (Kis.8:39-40). Karena, keangkatan dengan tubuh yang telah diubahkan yaitu tubuh kebangkitan baru diperoleh setelah berakhirnya masa tribulasi pada waktu kedatangan Yesus Kristus kedua kali (1 Tes.4:16-17, 1 Kor.15:52).

– Masih berada di bumi. Ketika gereja mengalami penyingkiran oleh kedua sayap burung nasar yang besar ke tempatnya di padang gurun dipelihara jauh dari tempat si ular selama masa tribulasi. Penyingkiran itu terjadi oleh kekuatan kedua sayap burung nasar yang besar yaitu kuasa Roh Kudus (Wah.12:14). Gereja belum mengalami keangkatan ke angkasa tapi masih berada di satu tempat di bumi. Pengertian penyingkiran artinya, gereja Tuhan sudah mengalami satu taraf kesempurnaan sehingga tidak dapat lagi dikuasai oleh daging dan darah. Gereja Tuhan telah dibawah otoritas Roh Kudus sepenuhnya. Gereja Tuhan mengalami kepenuhan Kristus dalam kehidupan rohani (Ef.4:12-13). Kita tak perlu untuk secara terinci dibagian bumi mana gereja disingkirkan. Tetapi kita mengetahui kemahakuasaan dari Allah untuk melindungi gerejaNya.

Memang tentang penyingkiran ini ada banyak ajaran bahwa gereja telah mengalami keangkatan dengan tubuh yang telah diubahkan, tapi penafsiran ini tidak selaras dengan penjelasan Firman Allah bahwa kita yang lagi hidup telah mendahului orang yang telah mati didalam iman. Firman Allah menjelaskan bahwa orang mati tidak akan dibangkitkan terlebih dahulu dan kemudian kita yang lagi hidup yaitu gereja yang disingkirkan akan diubahkan (1 Tes.4:16-17, 1 Kor.15:52). Pemberian tubuh kebangkitan yaitu tubuh kemuliaan serupa dengan Dia terjadi setelah masa tribulasi. Pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

– Oknum Antikris. Kata antikris berasal dari dua kata gerika yaitu “Christos” yang berarti Kristus atau “Yang Diurapi”. Kata anti berarti melawan. Jadi antikris berarti pelawan Kristus atau pelawan Yang Diurapi. Kata antikris terdapat dalam suratan 1 Yoh.2:18, 22; 4:3; 2 Yoh.1:7. Dimana dikatakan bahwa di akhir zaman akan datang roh antikris yaitu roh-roh kegelapan oleh setan untuk menghasut orang percaya menjadi pelawan Kristus. Roh-roh antikris tersebut akan menjelma dalam seekor “Binatang” yang akan menjadi penghujat Kristus (Wah.11:7, 13:1). Memang sejak kitab Kejadian 3:15, telah terjadi permusuhan diantara benih perempuan (gereja) dan benih setan yaitu diwujudkan dalam oknum antikris. 2 Tes.2:5-8: Antikris berasal dari seorang yang murtad yang meninggikan diri dan minta disembah sebagai Allah. Sebagaimana Yudas Iskariot seorang dari murid Tuhan yang jatuh, kemungkinan besar juga bahwa antikris berasal dari seorang pelayan Tuhan di akhir zaman yang murtad dan minta disembah sebagai Tuhan dan menjadi pelawan Kristus. Masa tribulasi adalah puncak kesombongan dan perwujudan setan yang mau menyamakan diri dengan Trinitas Allah. Yaitu, trinitas setan, antikris dan nabi-nabi palsu. Setan hendak meniru Trinitas Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Kebangkitan Tubuh. Hampir semua agama mengajarkan tentang kekekalan jiwa manusia. Bahkan filsafat membenarkan bahwa adanya jiwa dan roh manusia dalam diri manusia yang kekal terkurung dalam tubuh jasmani yang dapat mati. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa bukan hanya jiwa dan roh manusia yang kekal tetapi segenap tubuh, jiwa dan roh, total pribadi manusia adalah kekal. Sebelum kejatuhan manusia maka segenap roh, jiwa dan tubuh adalah kekal dan tidak mengalami kematian. Setelah kejatuhan memang manusia akan mati yaitu tubuhnya, kembali kepada debu. Tetapi itu tidak menghilangkan kekekalan roh, jiwa dan tubuh (1 Tes.5:23). Pada waktu Firman menjadi manusia maka tubuh Yesus yang terdiri dari darah dan daging mampu mengalahkan maut, hanya oleh kehendakNya sendiri dimana Dia mengosongkan diri “Kenosis” sehingga Dia dijadikan dosa dan mengalami kematian. Sebab Yesus harus mengalami kematian supaya menjadi buah sulung dari semua kebangkitan (1 Kor.15:21-23). Seluruh pribadi manusia adalah kekal. Hanya tidak semua manusia memperoleh kehidupan yang kekal. Sifat kekal manusia terbukti melalui kebangkitan tubuh, jiwa dan roh. Firman Allah mengajarkan bahwa akan terjadi kebangkitan orang-orang benar dengan tubuh, jiwa dan roh yang kekal untuk mewarisi kerajaan kekal. Bahwa yang akan binasa tidak dapat mewarisi yang tidak akan binasa. Semua harus memakai yang tidak akan biansa (1 Kor. 15:50-54). Fakta kebangkitan jelas dalam Perjanijian Lama maupun Perjanjian Baru.

– Fakta kebangkitan dalam Perjanjian Lama. Melalui pernyataan: “Tetapi aku: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit didalam debu” (Ayub 19:25). “Tetapi aku didalam kebenaran akan kupandang wajahMu, dan pada waktu aku bangun aku akan menjadi puas dengan rupaMu”. (Maz.17:15).

Melalui nubuatan : “Ya Tuhan, orang-orangMu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur didalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun Tuhan ialah terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.” (Yes.26:19, Hos.13:14).

Beberapa contoh: Beberapa kematian dalam Perjanjian Lama dihidupkan kembali oleh Allah. Walaupun kehidupan itu tidak dapat disamakan dengan kebangkitan. Sebab mereka yang hidup kembali tersebut akan mati kembali. Tetapi itu sebagai bukti bahwa kuasa Tuhan dapat melakukan perkara mujizat. Sebagai bukti bahwa ada kebangkitan di akhir zaman (1 Raj.17:17-24, 2 Raj.4:32-35). Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya dalam perjanjian lama.

– Fakta kebangkitan dalam Perjanjian Baru. Melalui pernyataan: “Demikianlah pula halnya kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitakan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan (1 Kor. 15:42-43). Perhatikan pula beberapa ayat yang menjelaskan tentang pernyataan akan adanya kebangkitan orang mati di akhir zaman (Mat.22:30-32, 2 Tim. 1:10, 1 Pet.1:3).

Melalui nubuatan: “Janganlah kamu heran akan hal itu, bahwa saatnya akan tiba semua orang yang didalam kuburan akan mendengar suaranya dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum (Yoh.5:28-29). Perhatikan pula ayat-ayat tentang nubuatan kebangkitan orang-orang percaya untuk kehidupan kekal (Luk.14:13-14, Yoh.6:39-40, 1 Tes.4:14-16, Wah.20:4-6, 13-14).

Dalam perjanjian baru juga banyak fakta tentang orang mati yang dihidupkan oleh Yesus, tetapi itu bukan kebangkitan sebab mereka akan mati kembali, namun sebagai suatu bukti bahwa Allah berkuasa untuk membangkitkan orang mati di akhir zaman . Beberapa contoh Yesus menghidupkan orang mati, Lazarus dihidupkan, anak perempuan Zairus, anak lelaki janda (Yoh.11:41-44, Luk.8:41-56, 7:12-15).

Contoh kebangkitan Tuhan Yesus merupakan yang paling jelas diceritakan alkitab. Tuhan Yesus tidak bangkit dengan tubuh yang akan binasa lagi, tetapi benar-benar telah bangkit dengan tubuh kebangkitan. Dia telah bangkit untuk menjadi buah sulung bagi mereka yang akan dibangkitkan. Kuasa kebangkitan berasal dari kebangkitan Kristus. Melalui kebangkitan Kristuslah maka semua orang percaya sebagai tubuhNya juga ikut dibangkitkan. Gereja sebagai tubuhNya bukan hanya sekedar metapora tetapi satu kenyataan sesungguhnya. Kepala menjadi buah sulung dan semua orang percaya akan ikut dibangkitkan. Jadi, kebangkitan Yesus Kristus sebagai buah sulung menjadi “Jaminan” untuk kebangkitan orang-orang percaya (1 Kor.15:20). Orang-orang percaya akan mendapat tubuh kebangkitan seperti tubuh kebangkitan Yesus Kristus yang penuh dengan kemuliaan itu (Fil.3:21).

– Kebangkitan orang percaya. Kebangkitan orang percaya akan terjadi pada saat kedatangan Yesus kedua kali. Pada waktu itu orang-orang percaya yang mati dalam iman akan dibangkitkan dengan tubuh kemuliaan (Fil.3:21), kemudian kita yang lagi hidup diubahkan (1 Kor.15:52, 1 Tes.4:16). Orang mati yang lain belum dibangkitkan sampai selesai masa kerajaan 1000 tahun damai (Wah.20:5). Tubuh kebangkitan harus diberikan untuk mewarisi hidup yang kekal. Darah dan daging tidak dapat mewarisi kerajaan sorga, sebab bersifat sementara dan fana. Darah dan daging akan bianasa tidak boleh mewarisi kerajaan Allah yang tidak akan binasa (1 Kor.15:53). Orang percaya yang lagi hidup pada saat kedatangan Tuhan Yesus tidak akan mendahului mereka yang mati didalam iman. Orang mati dibangkitkan terlebih dahulu dan yang lagi hidup pada saat itu diubahkan mendapat tubuh kebangkitan (1 Tes.4:14-17, 1 Kor.15:52).

Tubuh yang bagaimanakah kelak yang dikatakan tubuh kebangkitan? Hal ini banyak dipertanyakan orang percaya. Walaupun itu masih merupakan rahasia yang belum dialami, tetapi jelaslah tubuh itu tidak mengandung darah. Tubuh itu dapat di-inderai berarti mempunyai daging namun hidup oleh Roh Kudus. Suatu tubuh yang sumber kehidupannya bukan datang dari darah tetapi tubuh yang hidup oleh Roh Kudus. Gravitasi bumi tidak dapat menahan tubuh yang hidup oleh Roh Kudus, karena itu dengan tubuh kebangkitan orang percaya dapat terangkat ke angkasa menyongsong Yesus Kristus dalam awan-awan. (Yoh.6:63, 1 Tes.4:17).

1 Tes.4:16-17. Setelah pertemuan dan pesta dengan Anak Domba Allah di angkasa, Tuhan Yesus Kristus bersama orang percaya akan turun kembali ke bumi dan menetapkan pemerintahanNya. Tuhan Yesus Kristus bersama orang percaya akan memerintah diatas muka bumi selama seribu tahun.

Kerajaan Seribu Tahun. Kerajaan seribu tahun merupakan kebenaran Allah yang sangat sukar dipahami dan menjadi pokok yang banyak didebatkan diantara pokok ajaran eskatologi. Istilah kerjaan seribu tahun berasal dari Wah.20:2, 4-6, dimana Yesus Kristus akan memerintah bersama-sama orang percaya, bersama-sama dengan mereka yang mempertahankan kesaksian Kristus dan mati syahid karena iman, mereka telah dibangkitkan dan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun lamanya. Bahkan dalam kitab Wah.20, bahwa Yesus Kristus akan memerintah bumi selama seribu tahun sampai 6 kali. Karena begitu sukarnya untuk dapat diterima dengan akal atau logika tentang kebenaran. Kerajaan seribu tahun ini, maka begitu banyak aliran teologi sama sekalai tidak mencantumkan kebenaran ini dalam ajaran mereka. Bahkan para reformis umumnya menolak ajaran ini.

Namun ajaran kerajaan seribu tahun adalah suatu kebenaran alkitab, setara dengan ajaran kebangkitan orang mati, kedatangan Yesus kedua kali diangkasa, masa tribulasi, dst. Kebenaran ajaran seribu tahun sama kekuatannya dengan seluruh ajaran-ajaran yang lain. Karena kebenaran ajaran kerajaan seribu tahun damai dimana Yesus akan memerintah bersama orang percaya diungkapkan Roh Kudus. Kebenaran kerajaan seribu tahun selalu dihubungkan dengan kedatangan Yesus Kristus kedua kali sebagai pokok, maka ada tiga teori tentang kerajaan seribu tahun.

– Pandangan Post Milenialisme. Pandangan ini mengatakan bahwa kerajaan seribu tahun damai terjadi sebelum kedatangan Yesus kedua kali. Gereja Tuhan dengan kuat kuasa Roh Kudus secara perlahan akan menjadikan seluruh dunia mengalami kesejahteraan. gereja Tuhan melalui misi penginjilan yang disertai kekuatan Roh Kudus akan mampu mengalahkan kejahatan, ketidak-adilan, dan menata kembali seluruh tatanan di dunia. Gerejalah yang berkewajiban untuk membawa damai sejahtera sehingga seluruh dunia akan mengecapi kemuliaan kerajaan itu. Penganut pendangan ini mengatakan bahwa abad ini Tuhan telah memulai kerajaan seribu tahun damai. tetapi perang dunia kedua dan kejahatan yang terjadi serta ancaman perang nuklir telah menggagalkan teori penganut faham ini.

Bukti Alkitab yang dipakai oleh penganut pandangan ini ialah ayat-ayat Mat.28:18-20, janji bahwa gereja memenangkan semua bangsa, demikian pula Mat.16:18, pernyataan Yesus tentang kekuatan dan kuasa yang ada pada gereja, baca pula ayat-ayat: Mat.13:31-35, 24:14; Rom.11:11-16. Bahkan dalam Perjanjian Lama, misalnya: Bil. 14:21, Maz.2:8, Yes.11:9, Zak.9:10. Bagitu pula Yes. 62:1-3. Kemuliaan gereja di akhir zaman ditafsir bahwa gereja Tuhan pada akhirnya akan menjadi terang yang bersinar kepada seluruh bangsa di dunia. Kerajaan damai penuh keadilan telah dicapai melalui gereja Tuhan. Pemerintahan Kristus tidak langsung tetapi melalui kebesaran dan kemuliaan dan kuasa yang dilimpahkan pada gereja Tuhan.

– Pandangan Amilenialisme. Pandangan ini (Bhs.Yunani A= “tidak ada”), kerajaan seribu tahun itu tidak ada. Walaupun dengan jelas diuraikan dalam Wah.20:2-10, tetapi semuanya bersifat simbolis. Mereka percaya bahwa inti pelajaran akhir zaman yaitu kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kali. Segala sesuatu yang terjadi hanyalah merupakan segi-segi dari kedatangan itu sendiri. Yang terutama yaitu inti “Kedatangan Kedua Kali”. begitu banyak simbol yang terjadi disekitar kedatangan yang tidak terlalu perlu untuk diartikan sebagai suatu fakta. Apabila kita telah memiliki kebenaran ini berarti juga akan memiliki kebenaran berikut yang menyertainya. Mungkin pandangan ini menghadapi hal-hal yang membingungkan diantara kenyataan dan simbol. Karena suatu fakta, bahwa penafsiran kerajaan seribu tahun terdapat komplikasi antara simbol dan kenyataan. Dan akhirnya mereka terperangkap bahwa semuanya hanya simbol. Fakta kerajaan itu sesungguhnya tidak ada. Bahaya pandangan Amilenialisme yaitu, semua diartikan secara rohani sehingga fakta kebenaran yang bersifat empirisme ditolak. Sebagaimana Kristus Yesus telah menjadi manusia adalah suatu fakta bukan simbol. Demikian pula bahwa kerajan seribu tahun damai dibawah pemerintahan Kristus Yesus bersama orang-orang percaya adalah fakta yang harus digenapi.

– Pandangan Pramilenialisme. Kata pra berarti sebelum atau dimuka. Ini adalah pandangan bahwa kerajaan seribu tahun terjadi setelah kedatangan Yesus kedua kali. Pra-Milenialisme berarti Tuhan Yesus datang sebelum kerajaan seribu tahun damai. Kedatangan Yesus Kristus akan menumpas iblis, antikris dan nabi-nabi palsu. Kemudian Tuhan Yesus menetapkan kerajaan seribu tahun damai dan menetapkan pemerintahanNya bersama orang percaya. Secara kronologis yang tertulis dalam Alkitab kelihatannya pandangan pra milenialisme ini yang paling tepat yang harus dipercaya, sebab mendapat dukungan ayat-ayat Firman Allah. Penafsir yang menekankan segala sesuatu hanya simbol dan yang menekankan fakta apabila dapat memberi toleransi bisa bertemu dalam pandangan ini. Dalam menafsir ajaran tentang seribu tahun pemerintahan Kristus ini maka tidak ada satupun penafsir atau pandangan yang tidak mendapat kesulitan tafsiran. Karena itu, sifat toleransi harus dapat diberikan bagi pandangan yang berbeda. Karena segala sesuatu akan menjadi jelas apabila segala sesuatu telah menjadi kenyataan. Dukungan dari Alkitab bagi pandangan ini terlihat dalam perikop: Mat.19:28, Kis.1:6-7. Karena pandangan ini percaya tentang hal-hal yang akan datang dalam bentuk materi. Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai segala sesuatu ditaklukan dibawah kakiNya dan akhirnya Dia atau Raja itu akan menyerahkan segala sesuatu kepada Allah Bapa, setelah pemerintahan seribu tahun (1 Kor.15:23-28). Begitu pula ayat-ayat 1 Tes.4:13, terutama dalam Wah.20, menjadi bukti kebenaran pandangan pra milenialisme, sebagai berikut:

– Gereja yang penuh Roh Kudus disingkirkan, berakhirnya zaman gereja atau zaman bangsa-bangsa (Wah.12:14, 2 Tes.2:6-7).

– Masa tribulasi 3.5 tahun, yaitu pemerintahan antikris di muka bumi. Yerusalem diduduki oleh antikris. Pada masa ini Allah menurunkan kedua saksiNya untuk bersaksi kepada bangsa Israel (Wah.11:2-6, 13:5-8).

– Kedatangan Kristus yang kedua kali, orang-orang mati didalam Tuhan dibangkitkan dan orang percaya yang lagi hidup diubahkan, kemudian terangkat keangkasa bertemu Tuhan dalam awan-awan di angkasa (1 Tes.4:13-17, 1 Kor.15:52). Iblis dibelenggu untuk seribu tahun, antikris dan nabi-nabi palsu langsung dicampakkan ke neraka yang kekal. Orang-orang mati yang lain belum dibangkitkan sampai berakhir seribu tahun (Wah.19:19-20, 20:1-3, 20:5).

– Tuhan Yesus menetapkan kerajaan seribu tahun dan memerintah bersama dengan orang-orang percaya yang telah mendapat tubuh kemuliaan. Inilah pemerintahan kerajaan Kristus Yesus selama 1000 tahun (Wah.20:5-6).

– Berakhirnya kerajaan 1000 tahun. Langit yang baru dan bumi yang baru. Yerusalem baru berbicara Kerajaan Sorga untuk selama-lamanya (Wah.21).

Sifat Kerajaan 1000 Tahun. Memang merupakan rahasia yang sangat mendalam tentang apa dan bagaimana sifatnya dalam kerajaan 1000 tahun. Kita harus maklum bahwa inilah kerajaan yang ditata oleh Allah sendiri untuk menggenapkan janjiNya dan rencanaNya. Oleh karena itu, kita jangan terlalu bergantung pada pemahaman lahiriah karena sudah begitu banyak dimensi rohani tertata didalamnya. tetapi untuk dapat mengerti lebih jelas kita harus melihat makna rohani dari kerajaan 1000 tahun itu. Semua berpokok pada relevansi Kristus dengan jabatan Raja akan memerintah bersama dengan orang percaya selama 1000 tahun.

– Penggenapan Jabatan Yesus sebagai Raja. Yesus bukan sekedar Raja Damai dalam arti rohani dimana semua orang percaya mampu menikmatiNya tatkala percaya dan lahir baru (Yoh.3:3-5, 1 Pet.1:23, Yoh.14:27). Tetapi secara fakta dan dinikmati oleh seluruh bumi bahwa Dia akan duduk di atas tahta untuk memerintah selama 1000 tahun. Nubuatan kelahiran Yesus sebagai seorang Raja bukanlah menjadi Raja Israel tetapi kepada seluruh Israel rohani. Makna Israel rohani yaitu gabungan antara bangsa Israel yang lahiriah dan bangsa-bangsa yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat (Rom.9:6-8).

Sejak dalam Perjanjian Lama Yesus turunan Daud dinubuatkan akan lahir sebagai Raja dan Mesias atas Israel (Yes.9:5-6, Maz.72:7-8, Mikha 5:1). Semua nubuatan itu tentang Yesus yang akan datang sebagai Raja yang akan menetapkan kerajaan untuk selama-lamanya atas Israel. Begitu pula dalam Perjanjian Baru ketika Dia lahir, dikatakan oleh para malaikat seorang Raja dan Juruselamat di kota Daud telah lahir bagi Israel (Mat.2:2, Luk.2:11). Namun Israel salah menafsir sehingga kecewa ketika Dia tidak datang sebagai Raja dan Mesias atas Israel keturunan Yakub. Dia bukan hanya Raja bagi Israel tetapi Raja bagi keturunan Abraham didalam Ishak anak perjanjian. Artinya Dia adalah Raja bagi semua orang yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kerajaan seribu tahun Yesus akan menggenapkan jabatanNya sebagai Raja yang memerintah bersama semua orang percaya. Dia Raja dalam arti rohani (Raja Damai), Dia juga Raja dalam arti lahiriah yang digenapkan dalam kerjaan 1000 tahun damai memerintah bersama orang percaya di atas bumi ini (Wah.20:1-5, Luk.19:38).

Kerajaan 1000 tahun damai hubungannya dengan Israel. Dalam Perjanjian Lama banyak nubuatan tentang datangnya seorang Raja dan menjadi Messias atas Israel. Israel menerjemahkan nubuat itu bahwa akan datang seorang Raja yang akan menetapkan kembali tahta Daud dan membebaskan Israel dari penjajahan Romawi. Ketika Yesus segera akan terangkat ke sorga murid-muridNya bertanya: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kis.1:6). Murid-murid Yesus sekalipun mengharapkan Yesus adalah Raja bagi Isarel, sesuai nubuatan dalam Perjanjian Lama. Kita bayangkan telah hampir 7 abad lamanya bangsa ini kehilangan kemerdekaan sampai pada zaman masa pelayanan Yesus. Karena itu, semua nubuatan tentang janji Raja dan Messias bagi Israel dalam Perjanjian Lama ditanggapi sebagai Raja lahiriah yang mengembalikan tahta Daud, menjadikan Israel kerajaan besar dihormati dan ditakuti oleh bangsa-bangsa sekitar (Yes.9:5-6, Mikha 5:1, Maz.72:7-8). Ternyata, ketika Yesus sang Raja telah datang, Dia memproklamirkan dirinya sebagai Juruselamat isi dunia yang mendamaikan manusia dengan Allah dan memberitakan kabar keselamatan kekal (Yoh.3:16). Berita ini sangat mengecewakan Israel dan mereka menyalibkan Yesus. Israel sesuai dengan keadaan politik lebih menghendaki kegenapan nubuatan secara lahiriah. Mereka membutuhkan Messias lahiriah untuk mengusir Romawi dari negeri Israel, dan bukan Juruselamat keselamatan jiwa (Mat.16:26, Yoh.3:16).

Kegagalan Israel karena kebutuhan rohani ini, ternyata merupakan berkat yang besar kepada bangsa-bangsa. Berita keselamatan yang ditolak Israel telah melahirkan Gereja dan keselamatan menjangkau bangsa-bangsa (Ef.1:18, 3:6; 1 Pet.2:9-10; Rom.11:11). Hal itu merupakan kekayaan dari rahasia rencana Allah yang begitu dalam (Rom.11:33-34). Ternyata, melalui kekerasan hati bangsa Israel maka keselamatan telah menjadi bagian seluruh bangsa-bangsa di bumi (Rom.11:11-12).

Nubuatan Yesus Kristus sebagai Raja atas Israel itu tidak berubah dan penggenapannya dalam kerajaan 1000 tahun. Walaupun bangsa ini telah terbuang hampir 2000 tahun tetapi janji Allah untuk mengumpulkan bangsa ini kembali dan menjadi Raja atas mereka itu tidak akan gagal. Pada tahun 1948, bangsa Israel telah berdiri sebagai negara merdeka. Namun, sampai dewasa ini baru sebagian kecil yang kembali ke negerinya. Nubuatan bahwa Tuhan akan mengumpulkan mereka dari seluruh penjuru bumi sangat erat kaitannya dengan kerajaan 1000 tahun (Yer.31:8-9, Zak.8:7-8).

Mereka akan dikumpulkan Allah dari seluruh penjuru bumi untuk kembali ke tanah Israel. Motivasi kembalinya ialah untuk membangun kembali Bait Allah Yerusalem, tetapi hal itu tidak akan terlaksana. Tuhan akan memberi dua saksi untuk memberitakan tentang siapakah Raja dan Messias yang sebenarnya yang dinantikan (Wah.11:3-4). Kedua saksi itu akan bersaksi selama 3.5 tahun masa tribulasi. Dalam masa kesaksian itu Roh Kudus akan membukakan mata hati Israel. Mereka diberikan hati yang baru dan roh yang baru didalam bathin, dan hidup menurut ketetapan Tuhan. Itulah hari pertobatan yang besar bagi segenap bangsa. Kembalinya Israel kepada Tuhan dan percaya serta menerima Yesus Kristus sebagai Raja dan Messias (Yer.31:31-37, Yeh.36:24-29; 37:1-14, Mal.4:5-6, Rom.11:11; 25-27).

Israel akan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pada masa tribulasi. Tuhan Yesus Kristus akan datang kedua kali sebagai Hakim dan Raja dan menetapkan Kerajaan 1000 tahun. Bersama dengan bangsa-bangsa yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat maka bangsa Israel akan masuk kedalam kerajaan 1000 tahun. Disinilah seluruh nubuatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bahwa Dia datang sebagai Raja digenapkan secara lahiriah. Kerajaan 1000 tahun adalah suatu fakta yang lahiriah bukan simbol sebagimana pandangan bagi yang menolak kenyataan kerajaan 1000 tahun. Tuhan Yesus adalah Allah sejati tetapi Ia bersifat lahiriah selama pelayananNya di bumi. Bangsa Israel akan menjadi bangsa yang utama diantara bangsa-bangsa dalam pemerintahan Kristus Yesus sebagai Raja selama 1000 tahun (Yes.61:1-6). Kemuliaan Kristus sebagai Raja menggenapkan dua dimensi makna nubuatan. Yang pertama, Dia sebagai keturunan Daud duduk diatas tahta memerintah Israel secara harafiah. Kedua, Dia duduk diatas tahta sebagai penggenapan jabatan Raja bagi semua orang percaya termasuk Israel. Semua nubuatan bahwa Dia akan datang sebagai Raja digenapkan dalam pemerintahanNya selama 1000 tahun (Luk.1:32-33).

Kerajaan 1000 tahun hubungannya dengan Gereja. Pada saat kedatangan Yesus kedua kali beberapa hal yang berikut terjadi: Orang-orang beriman yang telah mati sepanjang zaman, orang-orang yang mati syahid dalam masa tribulasi akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, orang-orang percaya yang lagi hidup yaitu gereja yang disingkirkan seketika diubahkan dengan tubuh kebangkitan (1 Tes.4:16-17, Wah.20:4-6). Kemuliaan memerintah bersama Kristus Yesus dalam kerajaan 1000 tahun. Mereka semua menjadi imam-imam dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Yesus Kristus Tuhan kita (Wah.20:4-6). Dalam tubuh kebangkitan kapasitas orang percaya mampu berkomunikasi baik sorga maupun bumi. Pertama, dalam tubuh kebangkitan manusia menjadi seperti malaikat yang mampu melayani sorga dan bumi (Luk.20:35-38). kedua, Yesus Kristus dalam tubuh kebangkitan masih berada dan berkomunikasi selama 40 hari dengan murid-muridNya.

Kerajaan 1000 tahun damai hubungannya dengan bangsa-bangsa. Kita harus membedakan, diantara bangsa-bangsa di bumi dan antikris beserta pasukannya yang berperang melawan Tuhan Yesus Kristus. Pada akhir masa tribulasi pasukan antikris akan dikalahkan dan dibinasakan beserta pasukan yang mengikuti dia. Peperangan ini dikenal dengan perang Harmagedon dimana kekuatan antikris dibinasakan total (Wah.19:17-21, 2 Tes.2:7-8). Tuhan Yesus akan menghakimi bangsa-bangsa dan memisahkan kawanan domba dan kamibing. Kawanan domba-domba inilah bersama -sama Israel akan masuk kedalam kerajaan 1000 tahun yang telah bertobat dan lahir baru akan masuk kedalam kerajaan 1000 tahun (Mat.25:34-40). Selama masa tribulasi oleh kedua saksi (dipercaya, Musa dan Elia), Israel akan bertobat dan lahir baru (Wah.11:3-4, Rom.11:25-27). Begitu pula peristiwa dahsyat bagaimana Tuhan membela kedua saksi dan menghidupkan mereka kembali, peristiwa ini dilihat oleh seluruh dunia. Hal tersebut memberi keteguhan iman sehingga tidak semua orang percaya yang masuk masa tribulasi akan murtad. Ada yang bisa bertahan sampai ke akhir, terkecuali bagi mereka yang telah ditetapkan Tuhan untuk mati syahid (Wah.6:10-11). Banyak penafsir yang berpendapat bahwa orang-orang percaya yang tertinggal dan bertahan sampai masi tribulasi, bahwa mereka menjadi awal bagi bangsa-bangsa di kerajaan 1000 tahun. Bangsa Israel akan menjadi yang utama dalam kerajaan itu. Bahkan mereka akan diangkat Tuhan menjadi imam-imam diantara bangsa (Yes.61:1-6). Sehingga kelihatannya dalam kerajaan 1000 tahun, Tuhan Yesus Kristus akan memerintah bersama-sama dengan gereja Tuhan keatas bangsa-bangsa termasuk Israel didalamnya. Beberapa penafsir berpendapat bahwa Israel menjadi pusat bangsa-bangsa. Israel dan bangsa-bangsa akan memasuki kerajaan 1000 tahun sifatnya berbeda dengan gereja Tuhan yang memiliki tubuh kemuliaan. mereka akan memasuki kerajaan ini dengan tubuh seperti sekarang, itulah sebabnya dalam 1000 tahun tersebut bangsa-bangsa akan berkembang menjadi jumlah yang besar sekali (Wah.20:7-10). Buktinya pada akhir 1000 tahun iblis akan dilepaskan dan mempengaruhi bangsa-bangsa yang untuk berperang dengan orang-orang kudus, tetapi turun api dari langit menghanguskan mereka.

Keadaan pemerintahan 1000 tahun:

Pertama: Selama kerajaan 1000 tahun bahwa keadilan dan kebenaran bersifat menyeluruh keatas bangsa-bangsa (Yer.23:5-6, Yes.11:3-5, Maz.72:1-8).

Kedua: Seluruh bumi tunduk pada disiplin kebenaran dari Raja Tuhan Yesus Kristus (Zak.14:16-21).

Ketiga: Seluruh bangsa-bangsa hidup dengan damai tanpa permusuhan, kesejahteraan meliputi bangsa-bangsa selama seribu tahun dibawah pemerintahan Yesus Kristus (Maz.72, Yes.2:4; 32:17-18, Mikha 5:4-5).

Keempat: Bangsa Israel menikmati penggenapan Yesus sebagai Raja. Bangsa Israel melimpah dengan sukacita. Damai sejahtera kemakmuran yang tiada taranya (Yes.35:5-6, 65:20-22).

Kelima: Dibawah pemerintahan Yesus Kristus bumi bebas dari kutukan. Kemuliaan kedaulatan Allah berlaku diseluruh bumi (Rom.8:19-22, Yes.55:13; 41:18-19).

Langit Baru, Bumi Baru, dan Yerusalem Baru. Setelah berakhir masa 1000 tahun, iblis dilepaskan seketika dan mencoba membangun kekuatan terakhir untuk berperang dengan orang-orang kudus. Tetapi api dari langit membinasakan mereka. Iblis dilemparkan ke dapur api dan dihukum untuk selama-selamanya. Demikian juga semua orang yang menolak Yesus Kristus dibangkitkan semua dan dilempar ke api pehukuman (Wah.20:7-15). Rasul Yohanes hanya mampu menggambarkan yang dilihatnya tentang kekekalan yang disediakan orang percaya dengan langit yang baru, bumi yang baru, dan Yerusalem yang baru.

Wahyu 21:1-2. Rasul Yohanes tidak mampu untuk menceritakan tentang sorga yang kekal dengan segala kemuliaan keindahannya. Karena itu segala sesuatu, rasul membandingkan dengan apa yang dia ketahui. Memang betapa sulit bila kita melihat atau mengalami sesuatu yang baru yang belum pernah dilihat dan diketahui. Maka kesaksian yang terbaik untuk membahaskannya ialah membandingkan dengan apa yang ada dan diketahui. Saya percaya bahwa semua kemuliaan yang dilihat oleh Rasul Yohanes itu adalah kemuliaan kebesaran kerajaan sorga yang kekal yang disediakan bagi semua yang percaya dan menerima dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita hanya bisa meniru pengakuan Rasul Paulus: Roma 11:33-34.Amin. (Dari buku yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Majelis Pusat GPdI).::END:: :

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: