Pdt.Levi Supit

Januari 31, 2009 pukul 7:20 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Heaven Butterfly”
Pembicara: Pdt.Levi Supit.
Tanggal 11 Januari 2009
GBI Intercon, Meruya- Jakarta Barat
Ibadah Raya I


Nats Firman Tuhan : Efesus 4:17-24
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari binatang kupu-kupu yaitu kupu-kupu yang mempunyai keindahan pada sayapnya dan sebelum kupu-kupu itu menjadi seekor kupu-kupu yang indah, kupu-kupu itu mengalami proses metamorfosa terlebih dahulu. Kalau kupu-kupu saja Tuhan berikan keindahan pada sayapnya, terlebih lagi kita. Hidup kita berharga di mata-Nya dan Tuhan jadikan kita menjadi biji mata-Nya.
Proses Metamorfosa kupu-kupu

1.Tahap Telur yang sangat kecil
Sebelum menjadi seekor kupu-kupu, dimulai dari telur/larva yang sangat kecil. Demikianlah kehidupan orang-orang yang belum kenal Kristus. Ada banyak “telur” di luar sana. Orang-orang yang belum percaya bagaikan telur kupu-kupu, yang masih hidup dalam kegelapan (ayat 17-18)

2.Tahap ulat (menetas)
Ulat makanannya adalah daun, dan dengan makanannya itu ulat tumbuh menjadi besar. Tetapi pada saat ulat bertambah besar, kulit luarnya akan mengelupas dan bentuk tubuhnya kembali menjadi kecil

 

3.Tahap kepompong
Ulat sesudah membesar, ia akan menggantung (Up side down), kepala di bawah dan dengan demikian ia akan mengeluarkan air liur.
Di dalam kepompong tiada ruang untuk bergerak, gelap dan sangat kesepian. Demikian pula hidup rohani kita kadang Tuhan ijinkan untuk “Up side down”, dan terhimpit dalam berbagai masalah.
Beberapa ilmuwan peneliti kupu-kupu mencoba “membantu” kupu-kupu yang sedang dalam kepompong dengan membelah kepompong itu sebelum waktunya, hasilnya ulat itu malah mati !!. Dilain waktu, ilmuwan tadi kembali mencoba membantu, tapi hanya dengan merobeknya sedikit saja, hasilnya ulat itu menjadi kupu-kupu memang, namun hidupnya tak lama.

4.Tahap Dewasa (Kupu-kupu)
Sesudah mengalami masa kepompong yang menyesakkan, maka keluarlah kupu-kupu itu dari kepompongnya. Mula-mula sayapnya basa, namun hembusan angin membuatnya kering. Ia mulai terbang
Kesaksian hidup saya juga mengalami masa-masa seperti itu. Kini saya melihat, “sayap” saya yang kuning, misalnya. Yaitu saya mulai berkhotbah. Sayap biru misalnya bagaikan kemampuan saya mendidik anak.Saat kita melewati semua proses itu, maka hidup rohani kita menjadi dewasa dan indah di mata Tuhan (ayat 24).


Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: