PS. Indri Gautama

Januari 24, 2009 pukul 9:45 am | Ditulis dalam artikel | Tinggalkan komentar
Intisari Khotbah

Lupakan yang di belakang,kejar masa
depan yang penuh pengharapan


Apakah masa lampau dan latar belakang seseorang menentukan masa depannya? Mari kita belajar dari Rut.

Rut dari suku Moab, suku yang dikutuk oleh Tuhan karena bangsa ini lahir akibat hubungan incest antara anak dengan ayahnya. Rut berasal dari keluarga dan bangsa yang tidak menghargai nyawa manusia. Bangsa Moab membunuh anak-anak mereka untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa. Alam kematian menggantung di mana-mana, tidak ada kasih dalam keluarga.

Rut adalah menantu Naomi yang berasal dari Betlehem. Betlehem artinya rumah roti. Setelah suami dan kedua anak lakinya meninggal, Naomi memutuskan untuk pulang ke Betlehem. Kedua menantunya mengikutinya. Sampai di perbatasan, Naomi meminta kedua menantunya untuk kembali ke negeri mereka masing-masing. Dua kali Naomi menekan menantunya untuk kembali ke bangsanya. Kedua-duanya menangis pada saat Naomi menantang mereka untuk pulang.

Setelah dua kali ditantang, Orpa menyerah. Ia mencium pipi Naomi dan memutuskan kembali ke bangsanya. Pada dasarnya Orpa berkata, “Baiklah aku pulang kembali ke tradisiku, ke tuhanku, ke adat istiadat dan kebudayaanku.”

Tetapi Rut berani membuat perbedaan. Ia bertahan dari tekanan Naomi dan membuat pilihan yang tepat.

Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!” – Rut 1:16-17.

Sebenarnya Rut berkata bahwa ia menyayangi Naomi, bukan karena apa yang dapat Naomi berikan pada Rut, bukan karena Naomi bisa memberikan aku seorang suami, tetapi Rut sayang Naomi karena ia tahu melalui Naomi dia bisa kenal Tuhan Allah-nya Naomi.

Pertanyaan-pertanyaan Naomi kepada Rut adalah pertanyaan-pertanyaan yang akan kita hadapi dalam perjalanan kita dengan Tuhan. Kita akan mengalami ujian iman. Pilihan kita akan memperlihatkan apakah kita dipengaruhi oleh orang lain atau betul-betul gigih dan kenal siapa Tuhan yang kita sembah.

Kalau Anda memilih Allah, Anda akan lihat diri Anda masuk dalam rencana-Nya. Yang membuat seseorang berbeda adalah keputusan / pilihan yang ia buat. Rut membuat keputusan yang sangat radikal untuk mentaati Tuhan dengan sepenuh hati. Radikal tidak berarti eksentrik. Keputusan mentaati Tuhan dengan radikal seperti yang dibuat Rut ini mempersiapkan posisi untuk menerima segala berkat kesuksesan yang telah disediakan Allah bagi setiap manusia yang diciptakan oleh Allah.

Tuhan menciptakan manusia – laki-laki dan perempuan – dengan kehendak bebas untuk memilih. Pilihan Anda menentukan bagaimana kehidupan Anda. Kalau Anda menjalani kehidupan yang buruk, jangan salahkan Tuhan! Jangan salahkan lingkungan Anda! Semuanya itu pilihan Anda sendiri!

Jutaan orang di Aceh dan di seluruh Indonesia, mempunyai masa lampau dan latar belakang seperti Rut. Banyak dari kita yang tidak ingin mengingat latar belakang kita, ingin menguburnya dalam-dalam supaya tidak ada seorang pun tahu.

Sekali pun Anda lahir baru, bertobat dipenuhi Roh Kudus, tidak berarti otomatis hidup Anda masuk dalam rencana Tuhan, sebab Tuhan memberikan kepada kita kehendak bebas. Untuk bisa masuk dalam seluruh rencana-Nya, Anda harus dengan paksa dan sengaja memperbaharui pikiran Anda dengan memakai pikiran Kristus.

Kenapa pikiran Anda harus diperbaharui? Sebab pada saat Anda lahir baru, hanya roh Anda yang baru. Jiwa dan tubuh Anda tidak baru. Anda masih memakai cara berpikir yang lama yang penuh dengan kepahitan, trauma dan segala kekecewaan yang Anda bawa kemana pun Anda pergi. Anda bisa berbahasa roh tetapi pikiran Anda negatif, ketakutan. Apa yang sebenarnya Tuhan katakan di sini?

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2.

Selama Anda terus menerus melihat masa lampau Anda, Anda tidak akan bisa melihat hari esok yang penuh harapan. Maukah Anda melihat masa depan yang sudah Allah sediakan bagi kita? Atau Anda mau tetap hidup di bawah kutuk dan problem nenek moyang nenek moyang?

Kalau Anda di dalam Kristus, semua itu tidak ada lagi. Kutuk telah dipatahkan, dosa telah diampuni. Kita tidak mungkin maju ke depan sementara mata kita terus melihat ke belakang. Sama seperti orang yang mengendarai mobil, jika ia terus melihat kaca spion maka ia akan menabrak. Jadi jika Anda ingin sampai ke tujuan tanpa menabrak, Anda harus fokus melihat ke depan. Sesekali kita bisa melihat kaca spion, pada saat kita akan belok misalnya.

Sama dengan perjalanan Anda mengikuti Tuhan. Anda tidak akan pernah maju kalau Anda selalu melihat ke belakang.

Rut adalah perempuan yang luar biasa, yang mengambil keputusan yang tepat. Dia berkata, dia tidak akan melihat Moab, dia tidak akan ingat lagi tuhan yang disembah orang moab, dia tidak akan ingat lagi keluarganya yang berantakan, yang mati dibakar hidup-hidup. Sebaliknya dia mengatakan akan melihat ke depan, fokus pada Allah yang disembah Naomi, Allah yang bisa memberikan masa depan yang penuh pengharapan dan hidup damai sejahtera.

Lukas 9:62 – Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Jadi bagaimana kita bisa mengejar masa depan yang penuh pengharapan?
1. Buat keputusan yang dengan sengaja dan dengan tekad bahwa Anda mau melupakan masa lampaumu. Tuhan pun tidak mengingat-ingat kembali masa lampau Anda. Begitu Anda mengaku dosa, Allah setia dan adil mengapus semua dosa Anda. Tuhan tidak pernah berkonsultasi dengan masa lampau Anda, jadi Anda jangan ingat-ingat lagi masa lampau Anda.

2. Anda harus berlari mengejar apa yang di depan Anda. Berlarilah dengan cara Filipi 4:8, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Arahkan diri Anda kepada tujuan itu! Mengarahkan diri artinya melawan segala pikiran negatif, dan jangan pernah kompromi!

3. Fokus pada janji Allah bagi Anda! Kenapa? Kalau Anda tidak memperbaharui pikiran Anda, akan sangat berbahaya. Anda akan dihancurkan oleh dinamit “sayang diri”. Anda sayang diri dari pikiran yang salah. Sebab pikiran yang dilayani akan menjadi perkataan. Perkataan akan menjadi perbuatan. Perbuatan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi karakter dan karakter akan menjadi destinasi.

Karena itu penting memakai pikiran Allah supaya Anda masuk ke destinasi yang Allah sediakan bagi Anda.

Kalau kita mau terjadi Indonesia yang baru, kita harus mengambil keputusan untuk melupakan yang telah lalu. Lupakan tsunami, dan bayangkan Indonesia baru! Di 2005 ini jangan ingat lagi masa lampau, tetapi ingat masa depan yang Tuhan sediakan bagi Anda dan bagi Indonesia, masa depan yang penuh pengharapan!

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: